JAKARTA - Perum Bulog mengungkapkan bahwa telah melakukan pengadaan beras di dalam negeri sebanyak 38.705 ton hingga 8 Februari 2025.
Adapun di tahun ini, Bulog mendapatkan penugasan untuk menyerap 3 juta ton setera beras.
Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandri mengatakan jika dilihat dalam tiga tahun terakhir, jumlah pengadaan gabah dan beras di periode Januari hingga Februari 2025 merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami sudah melakukan pengadaan gabah atau beras di dalam negeri sampai kemarin (8 Februari 2025) sudah 38.705 ton,” tuturnya dalam rapat pengendalian inflasi tahun 2025, dikutip dari YouTube Kemendagri RI, Senin, 10 Februari.
Lebih lanjut, Epi bilang, pengadaan gabah dan beras dalam negeri tersebut masih akan terus dilanjutkan hingga bulan April 2025.
“Sehingga target pengadaan 3 juta ton sampai dengan bulan April akan dapat kita capai,” jelasnya.
Adapun target pengadaan sebanyak 3 juta ton setara beras ini dibagi dalam tiga skema. Pertama, pembelian dalam bentuk gabah kering panen (GKP) sebanyak 1,2 juta ton atau 600.000 ton setara beras.
Lalu, pembelian gabah kering giling (GKG) 1.417.237 ton atau 900.000 ton setara beras. Terakhir, pembelian beras 1,5 juta ton.
Epi mengatakan untuk mencapai target tersebut, Bulog juga melakukan sejumlah strategi seperti bersinergi dalam pengadaan gabah atau beras di kantor wilayah (kanwil), kantor cabang (kancab) dengan petani, kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan) melalui kerja sama mitra makloon dan beberapa asosiasi.
Tak hanya itu, sambung Epi, Bulog juga menerjunkan personel ke lapangan untuk mengoptimalkan penyerapan gabah atau beras melalui Tim Jemput Gabah.
BACA JUGA:
Tim tersebut, sambung Epi, bekerja sama dengan Tim Liason Officer, pelaksanaan serap gabah petani dengan melibatkan jajaran TNI/Polri di lapangan sebagai bentuk ekstra ordinary effort.
Selain itu, kata Epi, pembentukan posko pengadaan di kanwil atau kancab untuk mempermudah koordinasi antara Bulog dengan petani atau gapoktan.
“Monitoring harian untuk memudahkan kontrol dan akselerasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri,” jelasnya.