JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 6 Februari 2025 diperkirakan akan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 5 Februari 2025, Kurs rupiah spot ditutup naik 0,36 persen ke level Rp16.293 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup menguat 0,34 persen ke level harga Rp16.308 per dolar AS.
Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan kekhawatiran tentang perang dagang global yang berlarut-larut sedikit mereda menyusul kesepakatan menit-menit terakhir Trump dengan Kanada dan Meksiko.
"Baik Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sepakat untuk meningkatkan upaya penegakan hukum perbatasan sebagai tanggapan atas permintaan presiden AS untuk menindak tegas imigrasi dan penyelundupan narkoba, yang mengarah pada penangguhan tarif 25 persen selama 30 hari," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Kamis, 6 Februari.
Ibrahim menyampaikan pasar Tiongkok bereaksi terhadap ketegangan perdagangan AS Pasar Tiongkok melanjutkan perdagangan setelah liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu, saat Trump mengenakan tarif 10 persen atas impor Tiongkok.
Adapun, Tiongkok telah mengumumkan tarif balasan atas barang-barang AS, termasuk pungutan 15 persen atas batu bara dan gas alam cair, dan tarif 10 persen atas minyak mentah, peralatan pertanian, dan kendaraan tertentu.
"Tarif ini akan mulai berlaku pada 10 Februari 2025. Meskipun ada harapan akan adanya diskusi tingkat tinggi untuk meredakan situasi, Presiden Trump telah menyatakan bahwa ia tidak terburu-buru untuk berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping," ujarnya.
Ibrahim menyampaikan sikap ini menunjukkan bahwa resolusi atas konflik perdagangan yang meningkat mungkin tidak akan segera terjadi, sehingga membuat pasar dan bisnis tidak yakin tentang masa depan hubungan ekonomi AS-Tiongkok.
Menurutnya, meningkatnya ketegangan perdagangan telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi perang dagang skala penuh antara dua ekonomi terbesar di dunia.
Sementara dari dalam negeri, Perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2024 tercatat tumbuh sebesar 5,03 persen secara year on year (yoy) sedangkan pada kuartal IV-2024 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,02 persen.
Adapun pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024 ini utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga.
Angka ini mencerminkan laju pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan ekspektasi sebelumnya.
Selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024 juga disumbang oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 1,43 persen, dan konsumsi pemerintah sebesar 0,48 persen.
Seluruh lapangan usaha sepanjang tahun 2024 tercatat tumbuh positif pada tahun 2024.
Untuk lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, serta pertambangan.
Pendorong pertumbuhan lapangan usaha ini dipicu oleh naiknya mobilitas masyarakat, peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, hingga naiknya kegiatan ekonomi lainnya.
Ibrahim menyampaikan Indonesia memasuki 2025 dengan tantangan ekonomi yang kian berat. Tren ini bukan tanpa alasan.
Perlambatan mulai terasa sejak kuartal III-2024, dengan pertumbuhan hanya mencapai 4,95 persen yoy, lebih rendah dibandingkan dua kuartal sebelumnya yang masih berada di atas 5 persen.
"Daya beli masyarakat menurun, kelas menengah semakin tergerus, sementara produktivitas sektoral terus mengalami penurunan," tuturnya.
Faktor musiman, seperti periode mudik dan libur sekolah, memang sempat menopang pertumbuhan ekonomi di awal 2024, namun begitu fase itu berakhir, banyak sektor justru melambat drastis.
BACA JUGA:
Menurutnya, tanpa faktor musiman, hanya enam dari 17 sektor ekonomi yang mengalami akselerasi di kuartal III-2024.
Situasi ini semakin memperjelas bahwa masalah ekonomi nasional lebih bersifat struktural.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 6 Februari 2025 dalam rentang harga Rp16.250 - Rp16.310 per dolar AS.