Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 5 Maret, Kurs rupiah spot ditutup naik 0,81 persen ke level Rp16.312 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup menguat 0,43 persen ke level harga Rp16.371 per dolar AS.
Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump terhadap Tiongkok, Kanada, dan Meksiko mulai berlaku minggu ini, serta menyoroti rencana untuk tindakan tarif yang lebih ketat selama pidatonya di Kongres.
Menurut Ibrahim tarif perdagangan ini, akan berdampak pada ekonomi terbesar di kawasan tersebut.
"Rencana Trump untuk tarif timbal balik juga akan berdampak pada ekonomi berorientasi ekspor utama di Asia, terutama Korea Selatan, Australia, Taiwan, dan Singapura," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Kamis, 6 Maret.
Namun, Ibrahim menyampaikan pasar sedikit lega setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan bahwa Presiden AS Trump mungkin terbuka untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Kanada dan Meksiko.
Disisi lain, Ibrahim menyampaikan pemerintah Tiongkok mengumumkan serangkaian tindakan balasan yang menargetkan impor pertanian AS dan sektor lainnya setelah tarif 20 persen terhadap Tiongkok mulai berlaku.
Ibrahim menyampaikan fokus juga tertuju pada lebih banyak langkah stimulus dari Tiongkok saat Kongres Rakyat Nasional dimulai.
"Pemerintah diharapkan menguraikan lebih banyak stimulus untuk mendukung ekonomi Tiongkok, terutama dalam menghadapi hambatan terkait perdagangan," ujarnya.
Sementara dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target fiskal untuk lima tahun, seperti pertumbuhan ekonomi, rasio perpajakan, belanja negara, hingga persentase rasio utang pemerintah terhadap PDB.
Ketetapan itu tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12/2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, dokumen mulai berlaku pada 10 Februari 2025.
Adapun terdapat enam sasaran fiskal pemerintah selama 2025-2029 yaitu pertama, pendapatan negara sebesar 13,75 persen-18,00 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2029).
Pendapatan berasal dari penerimaan perpajakan yang ditargetkan mencapai 11,52 persen-15,00 persen terhadap PDB pada 2029 dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang yang ditargetkan mencapai 2,21 persen-2,99 persen terhadap PDB pada 2029.
Kedua, belanja negara sebesar 16,20 persen - 20,50 persen terhadap PDB pada 2029 yang akan berasal dari belanja pemerintah pusat yang ditargetkan mencapai 11,79 persen - 15,01 persen terhadap PDB dan transfer ke daerah yang yang ditargetkan mencapai 4,41 persen - 5,49 persen terhadap PDB.
BACA JUGA:
Berikutnya ketiga, yaitu keseimbangan primer sebesar -0,15 persen sampai dengan -0,20 persen terhadap PDB pada 2029 dan keempat, surplus/defisit APBN sebesar -2,45 persen sampai dengan -2,50 persen terhadap PDB pada 2029.
Selanjutnya kelima, stok utang pemerintah sebesar 39,01 persen sampai dengan 39,10 persen terhadap PDB pada 2029 dan keenam, pembiayaan investasi sebesar 0,50 persen sampai dengan 1,00 persen terhadap PDB pada 2029.
Dalam dokumen RPJMN itu dijelaskan pemerintah akan mengarahkan kebijakan fiskal jangka menengah 2025-2029 ke upaya untuk mengakselerasi reformasi struktural sebagai kunci bagi percepatan transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 6 Maret 2025 dalam rentang harga Rp16.230 - Rp16.320 per dolar AS.