JAKARTA – Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah, yang dikelola oleh BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID diklaim telah menjadi penghubung rantai pasok produksi aluminium hulu-hilir di Indonesia.
Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf mengatakan keberadaan SGAR juga membantu Indonesia mengurangi impor alumina sebagai bahan baku utama produksi aluminium, sehingga berkontribusi pada penghematan cadangan devisa negara.
Dengan dampak pada ekonomi makro yang besar, SGAR juga mampu memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan kinerja ekonomi, penyerapan tenaga kerja, hingga pengembangan ekonomi masyarakat sekitar.
"Pembangunan SGAR Fase I di Mempawah Kalimantan Barat telah menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah Kalimantan," ujarnya yang dikutip Sabtu, 25 Januari.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Kalimantan meningkat dari 3,18 persen pada 2021 menjadi 4,94 persen pada 2022, dan kembali naik menjadi 5,43 persen pada 2023. Hingga kuartal ketiga 2024, pertumbuhan ekonomi wilayah Kalimantan terus menunjukkan peningkatan, mencapai 5,52 persen secara C to C.
"Selama masa pembangunan, SGAR telah menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja, yang mana 70 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal," lanjut Heri.
BACA JUGA:
Dalam operasionalnya, SGAR mempekerjakan 881 tenaga kerja, yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar.
PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), selaku operator dan pengelola SGAR, kata dia, juga konsisten menjalankan berbagai program sosial untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Program-program tersebut meliputi pembentukan kelompok UKM Karang Taruna Trikarya, kelompok UKM Ikan Laut, penyelenggaraan Pameran UKM BAI, pelatihan mejuruan menjahit pakaian dengan mesin, hingga pelatihan digitalisasi pemasaran bagi pelaku UMK di sekitar area operasional.
"SGAR dirancang untuk dapat memberikan dampak nyata hingga ke masyarakat daerah. Terlebih lagi, masyarakat di daerah merupakan salah satu pemangku kepentingan utama yang dapat memastikan keberlanjutan hilirisasi bauksit di masa depan," tandas Heri.