Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memastikan World Water Forum (Forum Air Dunia/WWF) ke-10 di Nusa Dua, Bali, pada 18-25 Mei mendatang memberikan manfaatkan ekonomi termasuk kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pariwisata yang merata.

“Kami pantau multiplier effect (efek berlipat) sangat besar, tim kajian sedang menghitung dampak ekonomi ke Bali,” kata Sandiaga Uno di sela rapat koordinasi persiapan WWF ke-10 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, dikutip dari Antara, Sabtu 20 April.

Ia belum memberikan rincian detail nilai dampak ekonomi yang ditimbulkan dari forum tersebut karena sedang dihitung oleh tim Kemenparekraf.

Meski begitu, Sandiaga Uno memperkirakan ajang tersebut memberikan dampak terhadap pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan mengingat dihadiri sekitar 35 ribu orang pada forum tingkat menteri 193 negara di dunia.

Menparekraf menambahkan pada pelaksanaan WWF di Bali, akan diadakan sejumlah agenda pendukung (side event) serta ada agenda wisata (post tour) untuk para delegasi dan pejabat setingkat kepala negara dan menteri.

Ia juga melakukan redistribusi pariwisata agar tidak terkonsentrasi di Bali Selatan sehingga pada ajang itu tur wisata dilakukan menyebar di antaranya di Bali Tengah, Bali Barat dan Bali Timur.

“Kami sudah melihat Danau Batur, Bali Barat, Bali Timur sebagai bagian kami tawarkan di side event. Jadi kami sekaligus aktivasi redistribusi beban pariwisata dan MICE yang masih ada di Bali Selatan,” katanya.

Agenda pendukung lain yang juga disiapkan yakni program untuk pendamping penjabat tinggi/kepala negara, serta program penanaman mangrove, pengelolaan sampah dan restorasi terumbu karang.

Pihaknya sudah menyiapkan produk ekonomi kreatif dan UMKM Bali di antaranya kuliner dan produk kerajinan yang sudah dikurasi salah satunya serta menawarkan pengalaman spa yang sudah tersertifikasi, ditujukan untuk program pendamping dan cenderamata delegasi.

“Produknya banyak kerajinan dan produk khas dari UMKM ekonomi kreatif Indonesia. Jadi ada beberapa kuliner, kopi, teh, endek (kain tenun Bali) dan produk kerajinan tangan,” katanya.

World Water Forum merupakan forum internasional yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di sektor sumber daya air, mulai dari pemerintah, parlemen, pemimpin politik, lembaga multilateral, politisi, akademisi, masyarakat sipil, pelaku usaha, dan lain sebagainya.

WWF ke-10 mengusung sub-tema utama yakni ketahanan dan kesejahteraan air, air untuk manusia dan alam, pengurangan dan pengelolaan risiko bencana, tata kelola, kerja sama, dan hidro-diplomasi, pembiayaan air berkelanjutan, dan pengetahuan dan inovasi.

Untuk WWF ke-10 di Bali tema besar yang dibahas yakni air untuk kesejahteraan bersama.