Bagikan:

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta Holding BUMN Pangan, ID Food untuk menggenjot industrialisasi pangan di dalam negeri. Pasalnya, sektor pangan memberikan kontribusi yang besar bagi produk domestik bruto (PDB).

Erick pun memanggil Dewan Direksi ID FOOD ke kantornya untuk membahas langkah strategi yang harus dilakukan kedepannya. Diskusi tersebut telah terselenggara kemarin.

“Saya rapat bersama ID FOOD untuk membahas strategi industrialisasi pangan,” ungkap Erick melalui akun Instagramnya @erick.thohir, dikutip Jumat, 19 Januari.

Erick menekankan sebagai perusahaan yang fokus pada bisnis pangan, ID FOOD harus mampu memetakan atau mapping untuk menempatkan posisi perusahaan.

“Artinya apa? Ini tolong di mapping posisi ID FOOD mau di mana?,” tulis Erick.

Kata Erick, industrialisasi pangan di Indonesia harus direalisasikan. Erick meyakini jika fokus pada keunggulan yang dimiliki, ID FOOD bisa memberi kontribusi lebih kepada ekonomi nasional.

“InsyaAllah dengan fokus kepada keunggulan yang kita miliki, bisa memberikan kontribusi lebih besar kepada pertumbuhan (ekonomi) dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Erick juga bilang bidang pangan menjadi fokus utama pemerintah saat ini, setelah sebelumnya merumuskan peta jalan pengembangan ekonomi digital dan pariwisata nasional.

“Ada juga ekonomi digital, tourism dan industri kreatif. Nah sekarang ini kan kita masuk ke ID FOOD, sebenarnya kita harus dorong lagi industrialisasi pangan. Dari pertumbuhan penduduk yang sampai 315 juta nanti, lalu GDP kita naik di tahun 2028, lalu artinya middle income-nya naik, kebutuhan gizi manusia Indonesia akan lebih naik,” jelasnya.