ID FOOD Jadi Tuan Rumah NSS 2023, Bakal Bahas Pemanfaatan Teknologi untuk Percepatan Swasembada Gula Nasional
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD Frans Marganda Tambunan. (Foto: Dok. ID FOOD)

Bagikan:

JAKARTA - Konferensi industri gula terbesar di Indonesia kembali dilaksanakan. Gelaran bertajuk National Sugar Summit (NSS) tersebut pada tahun ini mengangkat tema "Leveraging Superior Agri-Tech Practice in Pursuance of National Sugar Resilience".

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD Frans Marganda Tambunan melalui keterangannya, Selasa 12 Desember, di Jakarta mengatakan, NSS tahun ini akan dilaksanakan di Kantor ID FOOD, Waskita Rajawali Tower, Jakarta, selama 2 hari pada 13-14 Desember 2023. Ini adalah kali kedua dalam dua tahun terakhir ID FOOD (sebelumnya RNI) menjadi tuan rumah NSS.

"Dalam pelaksanaannya kami berkolaborasi dengan Asosiasi Gula Indonesia (AGI) dan Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI). Tentunya ini merupakan bagian dari peran ID FOOD sebagai Holding Pangan untuk mengonsolidasikan berbagai stakeholder gula dalam rangka mendukung penguatan industri gula nasional," ujarnya.

Frans mengatakan, NSS 2023 akan membahas berbagai isu penting terkait pergulaan nasional dan global, khususnya terkait pentingnya pemanfaatan IT (Information Technology) dalam berbagai kegiatan industri gula. Selain itu, sejumlah rumusan hasil pembahasan diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi penerapan kebijakan terkait industri gula.

"Berbagai pemangku kepentingan industri gula nasional dan internasional akan hadir dan berpartisipasi. Mulai dari unsur pemerintah sebagai pemegang kebijakan, produsen gula, petani, peneliti, investor, pemerhati, serta praktisi gula. Maka penting untuk memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal sebagai forum yang dapat memberikan masukan bagi kemajuan sektor gula nasional maupun global ke depan," paparnya.

Lebih lanjut, Frans mengatakan, NSS 2023 menjadi momen yang strategis mengingat belum lama ini Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2023 yang membahas mengenai Percepatan Swasembada Gula Nasional yang mencanangkan swasembada gula konsumsi pada tahun 2028 dan swasembada gula konsumsi maupun industri pada tahun 2030.

"Ini dapat menjadi forum strategis untuk membahas langkah-langkah percepatan apa saja yang dapat kita lakukan bersama dan sinergikan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia NSS 2023 Ardian Wijanarko mengatakan, sejumlah tokoh dan pembicara akan hadir pada kegiatan yang akan digelar dua hari ini.

"Kami mengundang unsur pemerintahan, seperti Menko Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri Pertanian, serta Kepala Badan Pangan Nasional. Turut bergabung juga dari kalangan akademisi, peneliti, dan analis dari dalam dan luar negeri seperti Rektor IPB University, LPP Agro Nusantara, P3GI, serta pelaku usaha pangan dan pertanian," ungkapnya.

Tema yang akan dibahas dalam sesi panel di antaranya digitalisasi gula Indonesia dalam rangka supply chain efficiency yang akan disampaikan Direktur Supply Chain Management dan TI ID FOOD Bernadetta Raras, arah kebijakan industri gula sesuai Perpres No. 40 Tahun 2023, kebijakan menjaga pasokan gula di tengah dinamika harga gula yang tinggi, pengembangan agro-teknologi berbasis IT, digital dan precision farming dalam perkebunan tebu, rekayasa teknologi dalam penciptaan varietas unggul baru. Selain itu, akan dilaksanakan penyerahan award bagi Pabrik Gula dan Petani tebu berprestasi serta Kongres XIV IKAGI dan Rapat Pleno Luar Biasa AGI.

"Agar misi untuk mengedukasi dan menyebarluaskan gagasan pengembangan industri gula tercapai, NSS 2023 juga hadir di kanal daring dan live streaming di youtube IDFOOD_Official. Kami mengajak seluruh pelaku gula nasional untuk berkolaborasi bersama dan menjadikan momen ini sebagai titik balik untuk mewujudkan swasembada gula," pungkasnya.