Bagikan:

JAKARTA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mendapat penugasan untuk melakukan impor beras lagi sebanyak 500 ribu ton oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal membenarkan adanya penugasan tersebut. Kata dia, pihaknya telah menerima surat penugasan dari Bapanas.

Adapun impor 500 ribu ton beras tersebut merupakan bagian dari rencana impor selama satu tahun yang ditetapkan sebanyak 2 juta ton.

“Benar sesuai surat Bapanas, 2 juta ton satu tahun, (masuknya bertahap). Tahap pertama 500 ribu ton,” kata Iqbal kepada VOI, Selasa, 28 Maret.

Dikutip dari surat Bapanas yang dikirim kepada Bulog tertanggal 24 Maret, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hasil rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang ketersediaan bahan pokok dan persiapan atur mudik Idulfitri 1444 H.

“Kami menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri sebesar 2 juta ton sampai akhir Desember 2023. Pengadaan 500 ribu ton pertama agar dilaksanakan secepatnya,” demikian bunyi surat tersebut.

Masih dalam surat tersebut, Arief mengatakan bahwa pasokan beras tersebut akan digunakan untuk mengirim bantuan sosial (bansos) melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dimana bantuan beras akan diberukan kepada 21.353 keluarga penerima manfaat (KPM).

“Pengadaan beras dari luar negeri tersebut agar tetap menjaga kepentingan produksi dalam negeri. Serta memberikan aspek akuntabilitas dan tata kelola pemerintaah yang baik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” kata Arief.

Meski melakukan pengadaan luar negeri, Arief meminta Bulog untuk optimal menyerap beras hasil panen petani dalam negeri. Terutama pada musim panen raya pada Maret hingga Mei 2023.