Perusahaan Menara Grup Djarum Milik Konglomerat Hartono Bersaudara Tuntaskan Penawaran Obligasi Rp1 Triliun, Dananya untuk Bayar Utang ke BCA
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Perusahaan menara milik konglomerat Hartono Bersaudara, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), telah menuntaskan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III tahap I dengan jumlah pokok senilai Rp1 triliun, pada Selasa 9 Agustus.
 
Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari PUB III Protelindo dengan total dana yang diincar sejumlah Rp5 triliun. 
 
"Penerbitan obligasi Protelindo dengan tanggal distribusi 9 Agustus 2022 tersebut diemisikan dengan tenor 370 hari kalender dan tiga tahun dengan kupon bunga tetap masing-masing sebesar 4,5% dan 6% per tahun,” jelas Corporate Secretary Sarana Menara Nusantara, Monalisa Irawan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu 10 Agustus.
 
Monalisa menjelaskan, seluruh dana yang diraih dari penawaran ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan gunakan untuk melunasi utang Protelindo kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
 
Dalam pengumuman sebelumnya, perseroan menerangkan, obligasi yang ditawarkan memiliki nilai 100 persen dari jumlah pokok obligasi yang terdiri atas tiga seri yaitu, seri A, B, dan C yang semuanya mendapatkan penjaminan penuh (full commitment).
 
 
Untuk seri A, Protelindo menawarkan jumlah obligasi dengan tenor selama 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi. Kemudian seri B dengan tenor 3 tahun, dan seri C dengan tenor lima tahun.
 
Adapun, bunga pertama akan dibayarkan pada 9 November 2022. Sedangkan bunga terakhir sekaligus jatuh tempo untuk obligasi seri A dibayarkan pada 19 Agustus 2023, lalu obligasi seri B dibayarkan pada 9 Agustus 2025, dan obligasi seri C dibayarkan pada 9 Agustus 2027.
 
Dalam aksi korporasi ini, perseroan juga telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi dari PT Fitch Ratings Indonesia (FITCH) AAA. Bertindak sebagai penjamin pelaksana efek adalah PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan PT Bank Pertama Tbk sebagai wali amanat.