Bagikan:

JAKARTA - Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai dikirim dari China ke Indonesia hari ini.

Adapun progres proyek tersebut sudah 85 persen. Sementara untuk pembangunan fisiknya baru 76 persen.

Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, pengiriman perdana EMU dan Comprehensive Inspection Train (CIT) ini merupakan pertama kalinya pengiriman EMU kereta api cepat dari China ke luar negeri.

"Ini akan menjadi hadiah yang spesial dari kita semua keluarga besar KCJB untuk negara Indonesia yang akan merayakan hari kemerdekaan ke-77 yang jatuh pada 17 Agustus 2022,” ujarnya dalam acara penyelesaian manufaktur dan pengiriman perdana EMU KCJB secara virtual, Jumat, 5 Agustus.

Dwiyana berharap, pengiriman rangkaian EMU kereta cepat dikawal, terutama dari pelabuhan Tanjung Priok menuju Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung. Hal ini mengingat medan yang cukup sulit.

"Karena memang menghadapi medan yang cukup sulit melewati jalan darat atau jalan tol sehingga harus dikawal agar terhindar dari kendala yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Dikatakan Dwiyana, sebanyak 11 rangkaian kereta yang diproduksi oleh CRRC Sifang, Qingdao, Provinsi Shandong, China, ini telah selesai diproduksi pada awal April tahun ini.

EMU dan CIT yang dikirimkan ke Tanah Air hari ini telah menyelesaikan static test dan dynamic test di tempat produksinya.

"Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek KCIC telah mencapai 85 persen, dan masih menyisakan beberapa pekerjaan tunnel 2, pre loading, track laying dan penyelesaian stasiun," ujarnya.

Lebih lanjut, Dwiyana mengatakan, pengiriman rangkaian EMU kereta cepat ini membuktikan bahwa proyek KCJB bisa semakin cepat penyelesaiannya.

"Penyelesaian manufaktur rangkaian EMU dan CIT di China membuktikan bahwa proyek KCJB akan semakin mantap menyelesaikan seluruh kegiatannya, terutama menghadapi event G20 meeting dan juga terkait dengan Target commercial oppression date (COD) di bulan Juni 2023,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN). PMN tersebut akan digunakan untuk memperkuat KAI dalam penyelesaian proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Adapun pemberian PMN tahun 2022 sebesar Rp4,1 triliun tersebut telah disetujui Komisi VI DPRI RI.

“Saat ini progres investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 85 persen. Sementara itu, progres fisiknya telah mencapai 76 persen,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Kamis, 4 Agustus.

Kata Joni, KCJB akan beroperasi di jalur ganda sepanjang 142,3 km yang akan berhenti di 4 stasiun yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung).

KAI akan terus berkordinasi dengan para stakeholder untuk pencairan PMN tersebut. KAI akan mengelola PMN tersebut dengan akuntabel, transparan dan bertanggung jawab sehingga dapat mewujudkan transportasi kereta cepat dengan tepat waktu.

“KAI menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. KAI berkomitmen untuk menuntaskan penugasan ini dengan menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) guna memberikan layanan transportasi kereta cepat yang akan hadir pertama kali di Indonesia ini,” kata Joni.