Bagikan:

JAKARTA - Pasar saham Indonesia sedang bergelora. Salah satu indikatornya adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatat level penutupan tertinggi sepanjang sejarah.

Menutup perdagangan Jumat, 4 Februari, IHSG naik 0,71 persen atau 47,54 poin ke level 6.731,39. Ini merupakan level tertinggi dalam sejarah setelah level penutupan tertinggi sebelumnya terjadi pada perdagangan 19 November 2021 pada level 6.720,26.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG sebenarnya masih bergerak sideways dan hampir mengalami penurunan saat menutup perdagangan seri I.

Namun memasuki sesi II perdagangan, IHSG mulai memantul naik turun sebelum akhirnya mencapai level penutupan tertinggi sepanjang sejarah.

Catatan ini memang sudah diprediksi kalangan analis. Salah satunya Analis Panin Sekuritas William Hartanto IHSG yang sudah memperkitakan IHSG berpotensi menguat karena katalis positif dari aksi beli (net buy) investor asing.

William bahkan memperkirakan IHSG bisa menembus level 6.754 atau level tertinggi yang pernah dicapai IHSG secara intraday.

Begitu juga analis BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar. Andri sudah memperkirakan IHSG yang masih bertahan di atas 6.580, menunjukkan tren masih bullish. Bahkan, selama berada di atas 6.580, IHSG bisa menyentuh level 6.754.