Mengungkap Makna Hubungan antara Kelinci dan Telur Paskah
Ilustrasi (Sumber: Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Paskah identik dirayakan dengan kegiatan menyembunyikan dan menemukan telur dan menghias telur. Selain itu, kerap ditemukan simbol kelinci baik dalam kartu ucapan atau pun saat perayaan Paskah. Apa maknanya? Apa korelasinya telur dan kelinci dengan perayaan Paskah?

Perayaan Paskah merupakan hari peringatan bangkitnya Yesus Kristus dari kubur. Peringatan ini jatuh pada hari ketiga setelah Hari Jumat Agung, Hari Kematian Yesus. Meski hari Paskah adalah hari besar keagamaan, tidak semua simbolnya merupakan simbol keagamaan. Seperti telur dan kelinci adalah simbol yang berasal dari tradisi turun temurun.

Hari Paskah jatuh pada saat musim semi di mana bunga-bunga bermekaran dan bayi-bayi binatang lahir sehingga diartikan juga sebagai kehidupan baru. Dalam budaya kuno, telur juga diartikan sebagai kehidupan. Sedangkan dari perspektif Kristen, telur Paskah dikatakan mewakili kemunculan Yesus dari kubur serta kebangkitan-Nya.

Dilansir dari laman TIME, kisah awal mula telur Paskah mungkin saja bukan berasal dari orang Kristen, melainkan dari agama berbeda. Karena di Eropa abad pertengahan, banyak perayaan lain yang jatuh bersamaan dengan hari raya Paskah.

Dalam buku Stations of the Sun: A History of the Ritual Year in Britain yang ditulis oleh Ronald Hutton, seorang profesor sejarah di Universitas Bristol, dituliskan bahwa telur yang diwarnai muncul dalam sejarah Inggris sekitar tahun 1290, ketika keluarga Edward I membeli 450 telur untuk diwarnai dan ditutupi dengan daun emas untuk dibagikan ke rombongan kerajaan. Buku itu juga menyebutkan bahwa dua abad kemudian, Vatikan mengirim telur yang dibungkus dalam kotak perak sebagai hadiah pergantian musim untuk Henry VIII.

Sejak abad ke-13, tradisi menghias telur untuk Paskah semakin meluas di masyarakat. Pada masa ini diketahui penduduk desa Inggris membawa telur Paskah sebagai hadiah dan juga persembahan khusus kepada gereja pada hari Jumat Agung. Salah satu alasan tradisi ini mudah diterapkan adalah karena larangan puasa selama masa Prapaskah saat itu jauh lebih ketat daripada saat ini.

Selama puasa, umat ‚Äč‚ÄčKristen tidak diizinkan makan daging atau produk hewani apa pun - termasuk keju, susu, krim, atau telur - jadi mereka lebih memilih untuk mengecat dan menghias telur dari ayam peliharaan mereka kemudian menyimpannya sampai akhir masa puasa. Warna yang paling sering digunakan untuk mengecat telur adalah warna merah karena warna ini dianggap menandakan kegembiraan.

Kaitannya dengan kelinci

Telur-telur yang telah dihias ini kemudian dikisahkan diantar oleh seekor kelinci Paskah. Tidak ada penjelasan pasti yang menjelaskan mengapa binatang kelinci bisa dikaitkan dengan Paskah. Di dalam Alkitab juga tidak dituliskan keberadaan binatang mamalia berbulu satu ini. Namun dilansir dari History, kelinci merupakan simbol kuno kesuburan dan kehidupan baru.

Disebutkan dari beberapa sumber yang berbeda, kelinci sebagai simbol Paskah muncul pertama kali di Amerika pada tahun 1700-an. Saat itu ada imigran Jerman yang menetap di Pennsylvania, mereka lah yang membawa tradisi kelinci bertelur atau disebut "Osterhase" atau "Oschter Haws".

Anak-anak mereka menghias sarang kelinci yang bertelur itu dengan berbagai macam warna. Lama kelamaan kebiasaan ini menyebar ke seluruh AS.

Tersebar juga dongeng kelinci Paskah mengirimkan telur-telur pada pagi hari perayaan ini. Seiring perkembangannya, sarang yang dihias berubah menjadi keranjang. Masyarakat juga mulai memasukkan cokelat, berbagai jenis permen dan hadiah lainnya pada keranjang kelinci Paskah tersebut. Tak jarang juga mereka meninggalkan wortel untuk kelinci bila mana dia lapar.

*Baca Informasi lain soal PASKAH atau baca tulisan menarik lain dari Ramdan Febrian.

 

BERNAS Lainnya