Bagikan:

JAKARTA – Anak mantan pebasket asal China Yao Ming kembali menyita atensi publik. Remaja bernama Yao Qinley itu menjadi perhatian orang di sekitarnya ketika sedang berjalan-jalan bersama nenek dan ibunya, Ye Li, di Shanghai.

Musababnya adalah postur remaja yang menjulang tinggi, hampir setinggi ibunya. Untuk diketahui, Ye Li, yang juga mantan pebasket China memiliki tinggi 191 cm. sementara Yao Qinley atau yang akrab disapa Amy itu lahir di Amerika Serikat pada 22 Mei 2010. Dengan usianya yang baru menuju 14 tahun, Amy tumbuh jauh lebih tinggi dibanding anak-anak seusianya.

Tak heran jika kemunculan Amy bersama nenek dan ibunya beberapa waktu lalu menjadi sorotan. Dan posturnya yang menjulang tinggi ramai dibahas warganet. Amy diramalkan masih bisa terus tumbuh tinggi hingga menyentuh angka dua meter mengingat saat ini masih dalam usia pertumbuhan.

Bukan Hanya Faktor Genetik

Mengutip Medical News Today, para ahli percaya bahwa DNA memiliki peran sampai 80 persen untuk tinggi badan seseorang. Artinya, orang yang bertumbuh tinggi cenderung memiliki anak yang juga bertumbuh menjadi tinggi. Masa pertumbuhan ini mencapai usia 18 tahun.

Namun, dikatakan Healthline, gen bukan satu-satunya penentu tinggi badan seseorang. Dalam beberapa kasus, seorang anak mungkin jauh lebih tinggi dibandingkan orangtua atau kerabat lainnya. Atau, bisa juga lebih pendek.

Selain faktor genetik, ada ada faktor lain yang perlu diperhatikan yang dapat menentukan tinggi badan seseorang, terutama pada masa kanak-kanak dan remaja. Anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan membutuhkan beberapa langkah jitu untuk memaksimalkan tinggi mereka ketika dewasa nanti.

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan memberikan makanan bernutrisi, cukup tidur yang berkualitas, serta olahraga secara teratur.

Yao Ming bersama istrinya, Ye Li dan putri mereka Ye Qinley di Shanghai Disney Resort pada 15 Juni 2016. (China Daily/VCG)

“Nutrisi memainkan peran sangat penting dalam masa pertumbuhan. Anak-anak tanpa nutrisi yang baik mungkin tidak akan setinggi anak yang diberi asupan nutrisi lengkap,” tulis Medical News Today.

“Sementara tidur berkualitas menawarkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dan remaja. Saat tidur nyenyak, tubuh melepaskan hormon yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Oleh karena itu, tidur yang cukup memungkinkan pertumbuhan yang optimal,” imbuhnya.

Ahli gizi menganjurkan anak-anak dan remaja mengonsumsi makanan yang bervariasi, melakukan diet seimbang dengan buah-buahan dan sayuran. Selain itu, protein dan kalsium juga penting untuk kesehatan dan pertumbuhan tulang.

Selain mengonsumsi makanan bergizi, cara lain untuk memaksimalkan tinggi anak adalah dengan olahraga secara konsisten. Para ahli sepakat bahwa latihan regular sangat penting untuk perkembangan fisik, karena ini menunjang kesehatan tulang dan jaringan otot.

Latihan yang dilakukan tidak perlu terlalu berat, bisa dimulai dari bermain di luar ruangan, jalan pagi, atau berenang yang bisa membuat tulang lebih kuat dan sehat.

Rata-Rata Tinggi Badan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia

Laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan perempuan. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Remaja laki-laki biasanya mengalami growth spurt atau percepatan pertumbuhan yang besar pada awal masa pubertas, sekitar dua tahun setelah remaja perempuan. Namun, laki-laki kemungkinan terus tumbuh lebih lama dibandingkan remaja perempuan.

Sementara itu, percepatan pertumbuhan pada perempuan biasa mereda setelah dimulainya siklus menstruasi, yang rata-rata terjadi di sekitar usia 12,5 tahun. Itulah sebabnya, laki-laki cenderung lebih tinggi ketimbang perempuan.

Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menuturkan, rata-rata pria dewasa memiliki tinggi 175,2 cm sementara rata-rata perempuan memiliki tinggi 161,2 cm.

Olahraga secara teratur sejak dini sangat penting untuk perkembangan fisik, karena ini menunjang kesehatan tulang dan jaringan otot. (Unsplash/Kelly Sikkema)

DNA memang menjadi penentu utama dalam menentukan tinggi badan seseorang. Namun, faktor lingkungan seperti nutrisi dan olahraga juga bisa memengaruhi pertumbuhan.

Seiring bertambahnya usia anak-anak, mereka membutuhkan nutrisi yang baik olahraga teratur untuk membantu tubuh membuat hormon yang dibutuhkan untuk tumbuh. Sementara itu, para remaja akan mengalami percepatan pertumbuhan di masa pubertas. Tapi setelah itu, tulang mereka akan berhenti tumbuh dan tidak bisa bertambah tinggi lagi.

Di beberapa kasus, seseorang membutuhkan hormon pertumbuhan untuk membantu meningkatkan tinggi badan mereka. Namun, ini tidak bisa dilakukan tanpa pengawasan ketat dokter dan dengan kondisi medis tertentu.