Bagikan:

JAKARTA – Desas-desus mundurnya sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir. Isu ini muncul saat masa jabatan menteri era Presiden Joko Widodo hanya tinggal menunggu waktu.

Adalah pengamat ekonomi Faisal Basri yang pertama kali mengembuskan kabar soal mundurnya beberapa menteri Jokowi. Menteri yang disebut Faisal bakal mundur sebelum masa jabatan berakhir antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Ekonom senior ini juga menyebut sejumlah menteri lainnya akan meninggalkan kabinet karena berbeda pandangan politik dengan sang presiden.

Melihat isu ini cukup menyita perhatian, Netray mencoba menilik bagaimana pemberitaan media massa membingkai kabar simpang suir ini. Dengan kata kunci menteri&&mundur di kanal media online dan YouTube, isu ini ternyata ramai dibahas di kantor berita daring.

Sampel komentar di unggahan video YouTube terkait isu menteri Jokowi mundur. (Netray)

“Pada kanal News selama periode 17-23 Januari 2023, terpantau sebanyak 602 artikel dari 127media memberitakan isu ini,” tulis laporan Netray.

Pada awal pemantauan, intensitas pemberitaan masih landai dengan hanya delapan artikel muncul pada 17 Januari 2024. Tapi intensitas terus menanjak dan mencapai puncaknya dua hari kemudian dengan 226 berita. Pada puncak pemberitaan media, banyak menampilkan respons pemerintahan mulai dari Jokowi hingga para menteri menepis tudingan tersebut. Intensitas pemberitaan kemudian mulai menurun hingga akhir periode pemantauan.

Pemberitaan Media Daring

Nama Sri Mulyani paling banyak disorot oleh media massa, lantaran namanya yang pertama kali disebut oleh Faisal Basri sebagai menteri yang akan mundur usai Pilpres 2024. Sri Mulyani sendiri enggan menjawab secara gamblang perihal isu tersebut. Ia hanya menegaskan akan tetap bekerja saat wartawan menanyainya.

Selain Sri Mulyani, kata basuki juga muncul dengan frekuensi cukup tinggi dalam jajaran kosakata populer atau top words. Diklaim Faisal Basri, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan menjadi menteri kedua yang hengkang, mengikuti jejak Sri Mulyani.

Menteri yang dikenal humoris ini memang tidak memberikan jawaban langsung, namun melalui Sekjen Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan, pihaknya belum mendengar respons langsung dari Basuki. Yang bersangkutan justru tampak sibuk bekerja dengan Jokowi mulai dari Jawa Tengah hingga ke IKN.

Statistik unggahan video YouTube isu menteri Jokowi mundur. (Netray)

Selain dua nama tersebut, Jokowi yang disebut-sebut bakal ditinggalkan juga mendominasi pemberitaan. Pemberitaan tentang sang presiden mayoritas berisi pernyataannya menepis isu kepergian menterinya.

“Presiden kerap menepis isu dengan mengatakan bahwa ia setiap hari bertemu dengan para menteri mengadakan rapat dari pagi hingga sore,” menurut Netray.

Selain presiden, Menko Polhukam Airlangga Hartanto juga masuk dalam jajaran top words. Airlangga membantah desas-desus mundurnya sejumlah menteri Jokowi. Ia menegaskan mundurnya Sri Mulyani dari kabinet adalah hoaks.

Grafik intensitas unggahan artikel di media daring. (Netray)

Media juga menghadirkan pendapat pengamat politik, di antaranya Ujang Komarudin. Menurut analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia itu, gosip mundurnya menteri terutama dari kalangan professional sulit terwujud. Ujang menilai justru menteri dari kalangan partai politik yang punya peluang lebih mudah untuk mundur.

Pantauan YouTube

Selain melalui pemberitaan meda massa, Netray juga memantau isu ini melalui kanal YouTube. Ternyata pemberitaan mundurnya menteri Jokowi juga tak kalah ramai di kanal video ini. Selama sepekan pemantauan, sebanyak 326 video terunggah yang membahas isu tersebut.

Video paling populer yang membahas desas-desus ini datang dari kanal Tempodotco, dengan judul “Tempo Explain: Sinyal Mundurnya Sri Mulyani Dari Kabinet Jokowi”.

“Video ini mampu meraih 473,8 ribu views, 1,8 ribu komentar serta 5,4 ribu likes,” menurut laporan Netray.

Dalam video tersebut membahas bahwa isu Sri Mulyani mundur terjadi karena perselisihannya dengan Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan, terkait anggaran pertahanan yakni tak disetujuinya anggaran untuk pembelian pesawat Mirage 2000-5.

Dalam kolom komentar, mayoritas warganet setuju dengan pengunduran diri Sri Mulyani. Salah satunya adalah akun @Krishna-gp4cg, yang menulis “hati nurani para mentri pasti terusik akibat kelakuan Jokowi yang melanggengkan dinasti politik.”

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga diisukan mundur dari Kabinet Presiden Jokowi. (VOI/Theresia Agatha)

Di urutan selanjutnya, ada video dari Metro TV dengan Judul “AROMA RETAKNYA KABINET PRESIDEN JOKOWI”. Unggahan ini menampilkan bincang-bincang dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan pengamat politik Universitas Brawijaya Anang Sujoko.

“Video ini berhasil meraih 418,7 ribu views, 2,4 ribu komentar serta 3,3 ribu likes dari warganet,” tulis laporan Netray lagi.

Sama seperti video sebelumnya, kolom komentar unggahan ini juga didominasi warganet yang sejutu jika Sri Mulyani mundur, seperti yang ditulis akun @arismuda371.

Di urutan ketiga, video populer berasal dari kanal Liputan6, dengan judul “Isu Menkeu Sri Mulyani Cs Mundur, Apa Dampaknya Jika Benar Terjadi?” Video tersebut mampu meraup 244,8 ribu views, 966 komentar, dan 1,4 ribu likes.

Video tersebut menampilkan diskusi dengan pengamat politik Ray Rangkuti. Namun ia menyatakan ini bukan isu baru. Menurut Ray Rangkuti, kabar ini mencuat karena Jokowi membiarkan anaknya, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai cawapres.

Nama-nama seperti Sri Mulyani, Basuki Badimuljono, Teten Marsudi, hingga Retno Marsudi diisukan mundur dari kabinet. Namun dikatakan Ray keinginan untuk mundur belum terwujud karena waktu yang mendekati Pemilu.