Warga Negara Bagian di Australia Mulai Kurangi Penggunaan Masker, Bagaimana Peraturannya?
Ilustrasi (Unsplash/Julian Wan)

Bagikan:

JAKARTA - Pemimpin negara bagian Victoria, Australia, Daniel Andrews mengumumkan akan memperbaharui aturan pembatasan penyebaran COVID-19. Salah satunya yakni mengurangi aturan untuk menggunakan masker. Bagaimana aturan lengkapnya?

Warga wilayah tersebut tak perlu lagi menggunakan masker mulai tengah malam. Asal, jarak fisik masih tetap dijaga.

Namun, penduduk Victoria masih perlu memakai masker jika berada di dalam ruangan. Selain itu, mereka juga masih wajib membawa masker ke luar ruangan jika tak dapat menghindari kerumunan. 

"Jika Anda pergi ke Bunnings dan Anda berada di dalam toko, Anda wajib memakai masker. Tapi jika berada di tempat parkir mobil, Anda tak perlu memakai masker," kata Perdana Menteri Daniel Andrews dikutip ABC News.

Selain di tengah kerumuman, masker masih wajib dikenakan di kendaraan transportasi umum. "Namun jika Anda mengantri dan sedang bersama orang lain, maka perlu mengenakan masker," kata Andrews.

Pelonggaran aturan

Pelonggaran aturan bermasker merupakan salah satu dari serangkaian mengurangi aturan pembatasan pencegahan COVID-19 di Victoria. Negara bagian Australia itu kini memang tengah memasuki langkah terakhir sebelum menuju normal kembali.

Beberapa pelonggaran lain dari aturan pembatasan COVID-19 yakni, warga Victoria sekarang boleh menampung 15 orang ke rumah mereka masing-masing perharinya. Sementara batas pertemuan di luar ruangan meningkat menjadi 50 orang.

Sementara itu jumlah pengunjung yang diizinkan masuk ke dalam ruangan di tempat aula-aula besar akan meningkat menjadi 150 orang hingga 300 orang. Jumlah itu tergantung pada kepadatan di tempat tersebut. 

Selain itu, olahraga kontak dan non-kontak bagi orang dewasa juga mulai diizinkan. Untuk olahraga dalam ruangan akan dibatasi hingga 150 orang dan ukuran grup hingga 20 orang, sedangkan olahraga luar ruangan dapat memiliki hingga 500 orang dalam grup hingga 50 orang.

Yakin tak ada penularan

Victoria sudah 23 hari berturut-turut tak lagi melaporkan adanya kasus COVID-19. Oleh karenanya, Kepala Petugas Kesehatan Victoria, Brett Sutton yakin penularan di komunitas tak akan terjadi lagi. 

"Kami belum mencapai ambang epidemiologis dalam 28 hari, tapi saya yakin kami akan mencapai itu," kata Sutton. Namun, ia mengatakan masyarakat harus tetap memperhatikan pentingnya menjaga jarak fisik dan kebersihan tangan.

"Kami telah melihat wabah besar di Australia Selatan," kata Sutton. "Itu bisa menjadi lebih besar jika tidak ambil tindakan awal."

Perdana Menteri Daniel Andrews mengatakan dua minggu dari sekarang, pada 6 Desember, akan meninjau kembali peraturan tersebut menjadi. "Saya pikir itu akan menjadi perubahan terakhir tahun ini, dan kami akan 'menguncinya'," kata Andrews.