IHSG Jelang Libur Iduladha Dibuka Melemah Tipis 0,05 Poim ke Level 5.111,06
Gedung Bursa Efek Indonesia. (Angga Nugraha/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan sebelum libur panjang akhir pekan. IHSG Kamis 30 Juli ditutup melemah 0,05 poin ke level 5.111,06.

Membuka perdagangan, 30 saham menguat, 13 saham melemah, dan 31 saham stagnan. Volume perdagangan tercatat 42,36 juta lembar saham dan ditransaksikan senilai Rp25,99 miliar

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan bahwa hari ini IHSG memang bakal terkoreksi jangka pendek. Berdasarkan analisisnya, IHSG akhir pekan bergerak pada rentang support dan resistance di kisaran 5.065 hingga 5.150.

"Selanjutnya sentimen akhir pekan akan menentukan pergerakan ekuitas global yang dibayangi aksi ambil untung setelah mengalami penguatan yang cenderung optimis," katanya.

Berdasarkan sentimen tersebut, dia pun merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor seperti, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra Internasional Tbk (AALI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Beberapa analis memperkirakan laju IHSG di akhir pekan ini akan terbebani oleh banyaknya sentimen negatif dari dalam negeri. Salah satunya data makro ekonomi yang diprediksi akan negatif.

Beberapa pihak sebelumnya meramal pertumbuhan ekonomi dalam negeri bakal terkontraksi pada kuartal II atau melanjutkan tekanan pada kuartal sebelumnya. Hal ini tak lepas dari dampak pandemi corona dan pembatasan sosial di tingkat daerah secara masif untuk mengendalikan COVID-19.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebelumnya bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi di semester I 2020 bisa mencapai minus 0,4 persen hingga 1,1 persen.

Sentimen negatif lainnya yang bakal menekan IHSG pada hari ini, yakni rilis kinerja keuangan emiten yang diprediksi bakal didominasi penurunan sepanjang kuartal II. Alhasil, perdagangan hari ini berisiko diwarnai aksi ambil untung atau profit taking para investor.