Jabatan Anies Sisa Setahun, PDIP: Capaian Program Originalnya Tak Sampai 5 Persen
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: @aniesbaswedan)

Bagikan:

JAKARTA - Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sisa satu tahun sampai Oktober 2022. Memandang hal ini, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono, menyebut realisasi capaian program original yang digagas Anies masih sangat minim.

"Kita lihat bagaimana faktanya saja. Kita lihat bahwa dari program original Anies, faktanya belum ada 5 persen," kata Gembong saat dihubungi, Jumat, 22 Oktober.

Program original yang dimaksud Gembong adalah kebijakan yang dilahirkan atas gagasan Anies sendiri. Beda dengan program integrasi transportasi.

Meskipun Anies mendapat penghargaan atas kebijakan pembangunan moda transportasi, namun Gembong menyebut hal itu hanyalah kelanjutan rancangan kerja dari gubernur-gubernur terdahulu dan Anies hanya melanjutkannya.

"Kalau yang berkelanjutan ya memang sudah relatif tercapai. Misalnya soal transportasi terintegrasi, itu kan tidak murni dari keringetnya Pak Anies. Itu program berkelanjutan yang sudah dimulai dari para pendahulunya," tutur Gembong.

Adapun program original Anies adalah OK OCE yang sekarang kehilangan ruhnya dan terkesan dimatikan Anies. Kemudian, program rumah DP Rp0 yang saat ini jauh dari target Anies sejak awal menjabat.

"Rumah DP 0 rupiah kan baru 0,26 persen dari target semua. Target semula kan 200 ribu sekian unit. Lalu perkembangan OK OCE sudah enggak tahu ke mana. Faktanya Pak Anies tak mampu menciptakan wirausahawan baru sebagaimana dijanjikan 250 ribu selama lima tahun," ungkap Gembong.


Selain itu, program naturalisasi atau normalisasi sungai. Selama Anies memimpin Jakarta empat tahun, belum ada pekerjaan tersebut. Saat ini, program itu masih terhambat dalam pembebasan lahan.

"Program naturalisasi, sekarang berapa kilometer yang sudah dikerjakan dari 13 aliran sungai itu? Itu kan kasat mata, semua orang bisa lihat," ucap dia.

Kemudian, program sumur resapan yang saat ini baru terbangun sekitar 6.000 titik. "Janjinya sekian puluh ribu titik sumur resapan. Tapi sekarang kita lihat, sampai dengan sekarang sudah berapa yang sudah tercetak? Gampang ngukurnya begitu," imbuhnya.