Sekjen PBNU: Banyak Kiai Sepuh Dukung Said Aqil Siradj Kembali Jadi Ketum
Ketum PBNU Said Aqil Sirodj. ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-NU TV.

Bagikan:

JAKARTA - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini, mengungkapkan banyak kiai sepuh NU yang mendukung Said Aqil Siradj untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum PBNU.

Helmy menyebut, sosok Said Aqil Siradj mewakili harapan dari "kasepuhan" yang dapat terus menjaga dawuh dan tradisi para kiai pesantren.

NU sendiri bakal menggelar Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember mendatang.

"Sosok KH. Said Aqil Siradj oleh banyak Kiai Sepuh dan kalangan NU diminta untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketum PBNU berikutnya di Muktamar Lampung pada Desember 2021 mendatang," ujar Helmy, Selasa, 12 Oktober.

Menurutnya, dibutuhkan sosok pemimpin NU yang tangguh dan kokoh dalam pemahaman dan penanaman ideologi Islam ahlussunnah waljamaah dengan berpegang teguh pada ideologi Pancasila. Hal ini melihat tantangan Indonesia dan dunia dalam menghadapi gerakan radikalisme dan terorisme global.

Helmy mengatakan, kepemimpinan Kiai Said telah menorehkan sejumlah legacy penting NU. Seperti di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kemanusiaan.

"Seperti berdirinya Universitas NU, bidang kesehatan dengan berdirinya sejumlah RSNU, bidang ekonomi dan filantropi kemanusiaan melalui ZISWAF melalui Lazisnu dan lain sebagainya," ungkapnya.


Helmy menilai, selama ini KH Said Aqil juga sudah melakukan regenerasi yang luar biasa di tubuh PBNU. Dikatakannya, sudah banyak tokoh-tokoh muda NU yang mengisi posisi strategis di PBNU selama lima tahun belakangan.

"Beberapa nama-nama seperti KH. Ahmad Ishomuddin, KH. Abdul Moqsith Ghazali, KH. Marsudi Syuhud, Kiai Afifuddin Dimyathi hingga Kiai Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengisi posisi penting di PBNU," jelasnya.

Selain itu, dia menambahkan, pada periode ketiga nanti Said Aqil akan banyak mengisi kiai milenial untuk ikut dalam kepengurusan PBNU akan datang.

"Misalnya Prof Nadirsyah Hosen, Gus Baha, Gus Kautsar (Kediri), Gus Miftah, Gus Muwafiq, Gus Salam Shohib (Jombang) & Gus Yusuf Chudlori," kata Helmy.