Harap Tenang Hadapi Kemunculan Klaster Sekolah di SMPN 4 Purbalingga
Gambar oleh Brigitte makes custom works from your photos, thanks a lot dari Pixabay

Bagikan:

JAKARTA - Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, meminta pihak SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga, Jawa Tengah, memitigasi 90 siswanya yang terpapar COVID-19 untuk memperjelas status penularan yang terjadi saat pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka. Mitigasi ini dinilai penting agar menjadi contoh bagi sekolah lain.

Syaiful menilai, pemerintah daerah perlu memfasilitasi pengecekkan ulang dengan cara test PCR agar hasil dan jumlah siswa yang terkonfirmasi positif virus Corona lebih akurat.

"Saya kira itu baru rapid tes ya, jadi kita dorong pemda untuk bisa memfasilitasi dilakukan tes ulang melalui PCR, supaya akurasinya lebih pasti," ujar Huda, Rabu, 22 September.



Soal anggaran test PCR, menurutnya, bisa dikoordinasikan antara Pemda dan dana BOS sekolah. Terlebih, penyebaran klaster sekolah sebelumnya sudah diprediksi sehingga perlu kesiapan dalam melaksanakan PTM.

"Prokes jadi ceklist yang harus disiapkan. PTM penting tetap harus jalan, tapi sekolah betul-betul harus menyiapkan protokol kesehatan secara maksimal," kata Huda.

Di sisi lain, politikus PKB itu juga meminta agar tak ada saling menyalahkan terkait dengan belum keluarnya izin melakukan PTM. Karena itu, dia menyarankan agar ada kerjasama antara sekolah, Satgas COVID, dan Dinas Pendidikan dan Kesehatan di Kabupaten Purbalingga.

"Memang suasananya saya meyakini inisiatif dari sekolah untuk membuka PTM karena faktor kebutuhan. Tapi, sudah kejadian, saya kira semangatnya untuk melakukan evaluasi bersama dan perbaikan," pungkas Huda.