Pemilu Masih Lama, Gerindra Risih Ditanya soal Pencalonan Anies-Sandi di Pilpres 2024
Kangen-kangenan Anies-Sandi di Rakerda Gerindra, Jakarta, Minggu 26 Januari 2020 (Diah Ayu Wardani/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman, ogah menanggapi soal kemungkinan pasangan calon Anies Baswedan - Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. 

Menurutnya, Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih jauh sehingga tak perlu dibicarakan saat ini. Lagipula, kata dia, Anies Baswedan masih menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sementara Sandiaga Uno masih bekerja sebagai menteri pariwisata dan ekonomi kreatif. 
 
"Risih kita bicara soal Pemilu, pencapresan. Pemilu 2024 masih lama, kedua orang tersebut juga sedang mengemban amanah sebagai pejabat publik" ujar Habiburokhman, Jumat, 17 September.
 
Wakil Ketua MKD DPR itu menilai, lebih baik semua pihak membiarkan Anies dan Sandi berkonsentrasi menjalankan tugas di masa pandemi COVID-19 ini. 
 
"Jangan kita ganggu dengan spekulasi-spekulasi soal capres cawapres," kata Habiburokhman. 


 
Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyebut pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai sebuah keniscayaan pada Pilpres 2024 mendatang. Namun, ia tidak merinci maksud dari pernyataannya itu.

"Duet Anies-Sandi adalah sebuah keniscayaan," di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 16 September.

Syaikhu mengklaim pernyataan itu bukan berarti PKS bakal mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno seperti di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Sejauh ini PKS masih mencari sosok yang tepat untuk diusung di Pilpres 2024.

"Namun saya tetap memandang, masih berjalan dinamis. Jadi komunikasi terus kami bangun, semoga ke depan sudah bisa kami dapatkan," ujarnya.

Syaikhu juga mengatakan PKS masih membutuhkan rekan koalisi jika ingin mengusung capres-cawapres. Suara parlemen PKS saat ini hanya 8,2 persen.