Bagikan:

JAKARTA - Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei mengenai tingkat pengenalan para tokoh politik dengan kaitannya dalam pemilihan calon presiden tahun 2024.

Direktur Eksekutif Charta Politik Yunarto Wijaya mengaitkan fenomena pemasangan baliho di mana-mana yang dilakukan politikus PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato ternyata tidak meningkatkan elektabilitas mereka.

Berdasarkan survei per Juli 2021, tokoh yang paling dikenal adalah Prabowo Subianto, dengan 90,2 responden mengenalnya. Lalu, sebanyak 87,3 persen responden mengenal Anies Baswedan, dan 91,3 persen mengenal Sandiaga Uno.

Sementara, berdasarkan tingkat kesukaan dari yang mengenal tiap tokoh, nama Ganjar Pranowo menempati urutan teratas. Sebesar 92,76 responden mengaku menyukai Ganjar. Urutan selanjutnya, sebesar 92,3 persen menyukai Susi Pudjiastuti, dan 91,3 persen menyukai Anies Baswedan.

"Kalau dilihat tingkat kesukaan paling tinggi, Ganjar Pranowo nomori satu, kedua Susi, ketiga Anies Baswedan yang berimbang dengan Sandiaga Uno. Sementara nama-nama lain masih memiliki PR besar, karena biasanya yang dianggap cukup prasyarat untuk maju capres-cawapres minimal di angka 60 persen," kata Yunarto dalam konferensi pers virtual, Kamis, 12 Agustus.

Sementara, nama Puan berada jauh di bawah nama tiga besar tokoh tersebut. Saat ini, tingkat pengenalan Puan sebesar 60,7 persen dan tingkat kesukaannya 72,1 persen.

"Kalau lihat, Mbak Puan Maharani, dengan baliho yang luar biasa dan perbincangan luar biasa ternyata masih di angka 60,7 persen pengenalannya. Belum mencapai angka-angka yang melampaui sosok lain yang balihonya tidak sebanyak Mbak Puan," ucap Yunarto.

Begitu pula dengan Airlangga. Saat ini, tingkat pengenalan Airlangga sebesar 30,4 persen dan tingkat kesukaannya 82,5 persen persen.

"Mas Airlangga Hartarto masih di angka 30,4 persen. Ini masih jauh di bawah nama-nama yang kita tak pernah lihat balihonya," tutur dia.

Begitu pula dengan elektabilitas para tokoh yang akan dipilih oleh responden saat pemilihan presiden. Ganjar Pranowo menempati urutan teratas dengan elektabiliitas 16,2 persen, lalu Prabowo 14,8 persen, dan Anies Baswedan 14,6 persen.

Sementara, nama Puan Maharani dan Airlangga memiliki elektabilitas yang masih rendah. Puan berada di urutan 17 dan Airlangga di urutan 18 dengan elektabilitas masing-masing 0,7 persen.

"Bisa diasumsikan bwah banyaknya atribut dalam bentuk baliho dan billboard yang viral di sosmed tidak berkorelasi linier terhadap tingkat elektabilitas. Ada efektivitas yang sangat rendah dari kampanye masif yang dijalankan oleh sosok Mbak Puan maupun Mas Airlangga," sebutnya.

Yunarto memandang, salah satu faktor sejumlah nama menempati urutan paling banyak dikenal, disukai, dan memiliki elektabilitas tinggi karena mereka menjabat atau pernah menjabat sebagai kepala daerah atau pejabat eksekutif lainnya.

"Mungkin, karena menjabat sebagai sebagai kepala daerah, ternyata mereka melampaui tingkat pengenalan dari sosok-sosok yang masif memasang baliho," jelasnya.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan dalam rentang tanggal 12 sampai 20 Juli 2021. Sampel dipilih sepenuhnya secara acak dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Responden yang mengikuti survei sebanyak 1.200 orang dengan margin of error sekitar 2.83 persen pada tingkat

kepercayaan sebesar 95 persen.