Ini Nih, Pelaku yang Suka Ganjal Mesin ATM, Bikin <i>Ludes</i> Rekening Nasabah
Enam pencuri uang nasabah modus ganjal ATM. (Foto: IST)

Bagikan:

JAKARTA – Polda Metro Jaya membekuk sindikat pencuri uang dengan modus ganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Komplotan yang meresahkan nasabah ini ternyata sudah beraksi selama setahun lebih di beberapa wilayah, Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan.

"Pelaku ini memang satu komplotan yang bekerja sudah lebih dari satu tahun 1 ini berhasil kita amankan ada 6 orang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa, 10 Agustus.

Enam anggota komplotan itu berinisial ND, ND, EC, R, GC, SHW, dan E. Mereka kerap beraksi di Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan.

Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini sudah puluhan kali beraksi. Bahkan, berhasil membobol uang korban mencapai ratusan juta.

"Setelah kita dalami yang bersangkutan ini memang sudah cukup lama bermain, satu tahun lebih. Pengakuan awalnya di atas 30 (mesin) dia juga lupa bahkan mungkin kalau kita susuri pelan-pelan bisa lebih karena memang spesialisnya ganjel ATM," papar Yusri.

"Dari 3 laporan polisi saja ini ada yang Rp50 juta, Rp26 juta, ada Rp128 juta ya. Belum yang sekian puluh-puluh tadi. Nanti kita akan dalami," sambung Yusri.

Bahkan, dari pemeriksaan juga terungkap beberapa tersangka itu merupakan residivis. Mereka sempat terjerat kasus narkotika dan pencurian lainnya.

"Residivis, saudara EC ini yang mengganjal pernah tersangkut masalah narkoba, dan ada dua lagi masalah pencurian dengan pemberatan. Jadi ada tiga yang residivis," tambah Yusri.

Modus yang kerap digunakan komplotan ini berpura-pura sebagai penyelamat. Padahal, mereka yang mengganjal lubang kartu ATM, kemudian memanfaatkan kepanikan nasabah.

Selain itu, mereka juga menukar kartu ATM itu dan mengintip pin milik korban. Sehingga, saldo yang berada di rekening korban akan dikuras habis.

"Modusnya biasanya pada saat ada korban yang mau ambil uang di ATM kemudian kartu di ATM-nya terganjel biasanya ada yang datang mereka. Setelah itu datang ke sana sebagai penyelamat atau penolong bahkan mengajarkan," tandas Yusri.

Keenam pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.