Kisah Kematian Ayah dan Dua Anaknya di Balaraja
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Ayah dan dua anaknya ditemukan tewas dengan kondisi terikat di rumah yang terbakar di Balaraja, Kabupaten Tangerang. 

Kapolsek Balaraja AKP Teguh Kuslantoro menduga, peristiwa ini terjadi setelah sang ayah membunuh dua anaknya dan terakhir bunuh diri.

Kisah ini bermula ketika, R, sang ayah, cekcok dengan istrinya berinsial L tanpa sebab yang jelas pada Rabu, 10 Juni, malam. Cekcok ini menarik perhatian warga sekitar. Masyarakat terpaksa ikut campur dan melerai keduanya.

Kemudian, L memutuskan pulang ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari lokasi. Sedangkan, R memilih masuk ke rumah dan membawa dua anaknya, NC dan GAR.

"L ini pulang ke rumah orang tua, kalau R masuk ke rumahnya bersama dua anaknya. Kemudian rumahnya R, dikunci dari dalam," ucap Teguh kepada VOI, Kamis, 11 Juni.

Setelah keduanya terpisah, anggapan masyarakat tuntas semua persoalan pasangan suami istri itu. Tapi, saat dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB, terdengar suara ledakan dari rumah R.

Ledakan itu mencuri perhatian warga. Warga tak bisa mencari tahu peristiwa yang terjadi di dalam rumah, karena pintunya terkunci. 

Pintu dibuka paksa dengan didobrak. Ketika pintu terbuka, warga melihat api sudah berkobar dan membakar tumpukan limbah plastik yang ada di rumah tersebut. Warga pun mencoba memadamkan api yang ada sambil mencari penghuni rumah. 

Namun, warga melihat R sudah tak bernyawa dengan kondisi tergatung di dalam kamar. Kemudian, anak pertamanya NC juga ditemukan meninggal di kamar lainnya dengan leher yang terlilit tali. Sementara, putra bungsunya, GAR yang berusia tiga tahun, ditemukan tewas di kamar mandi dengan posisi kepala terendam di dalam tong berisi air.

"Ada dugaan yang melakukannya R. Jadi, dia terlebih dahulu melakukan pembunuhan terhadap anak pertamanya dengan melilitkan tali tambang ke leher. Kemudian memasukan anak keduanya dengan cara menenggelamkannya di tong air," kata Teguh.

Dia menambahkan, setelah membunuh kedua anaknya, diduga R bunuh diri dengan mengikat lehernya dan menggantungkan tubuhnya menggunakan tali tambang.

Teguh mengatakan, kasus ini untuk sementara ditangani pihaknya. "Saat ini masih pendalaman," kata dia.