Tiga Alasan BEM UI Juluki Jokowi "King Of Lip Service"
FOTO ANTARA/ILUSTRASI

Bagikan:

JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menyebut alasan di balik menyematkan julukan King of Lip Service kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Julukan ini disematkan karena banyak pernyataan Jokowi yang tak sesuai dengan realita. 

Ada tiga pernyataan Jokowi yang dianggap BEM UI tak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Itu bentuk kritik bahwa banyak selama ini pernyataan-pernyataan Presiden yang kemudian tidak sesuai dengan realita atau pelaksanaannya," ujar Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra kepada VOI, Selasa, 29 Juni.

Pernyataan Jokowi yang pertama, lanjut Leon, tentang revisi Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Sebab, saat itu Jokowi meminta DPR untuk merevisinya. Tapi yang saat ini terjadi mucul pasal baru dan dianggap bukan sebagai solusi.

"Terkait revisi UU ITE justru Presiden menyampaikan terkait wacana (revisi) UU ITE justru yang keluar adalah buku pedoman SKB (surat keputusan bersama). Kemudian ditambah pasal baru yang berpotensi juga untuk kemudian menambah pasal-pasal karet UU ITE yaitu (pasal) 45c," papar Leon.

Selanjutnya, BEM UI juga menyoroti pernyaataan Jokowi soal kerinduannya didemo. Padahal, yang terjadi justru mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi ditangkap dan mendapat kekerasan oleh pihak kepolisian.

"Kita tahu ada pernyataan Presiden yang kangen didemo. Tapi ketika mahasiswa demo misalnya pada tanggal 1 Mei mahasiswa UI hampir 30 (orang) ditangkap, dipukuli, diseret oleh polisi. Tanggal 3 Mei juga salah satu mahasiswa UI menjadi tersangka ketika jalan pulang dari aksi," tegas dia.

Terakhir, soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). BEM UI menilai pernyataan Jokowi yang sempat menanggapi hal itu sangat tidak tegas. 

Saat itu, Jokowi menyebut TWK tidak menjadi dasar atau rujukan untuk memecat puluhan pegawai KPK. Tapi, pada kenyataan yang terjadi puluhan pegawai KPK itu tetap terancam dipecat dengan alasan tidak bisa dibina.

"Kami menyampaikan kritik seharusnya Presiden Jokowi tegas dengan pernyataannya. Jangan cuma menyampaikan pendapat tapi realitanya tidak sesuai," ujar Leon.