Membaca Makna Politik Pertemuan Ridwan Kamil dan Prabowo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Instagram @ridwankamil)

Bagikan:

JAKARTA - Pertemuan Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Jakarta, Senin, 21 Juni, menjadi sorotan. 

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Andriadi Achmad, mengatakan pertemuan tersebut tentu memiliki makna tersirat. Selain silaturrahmi membahas soal pendidikan Pertahanan di Jawa Barat. 
 
"Apalagi kedua tokoh tersebut masuk nominasi dalam berbagai survei nasional sebagai capres 2024," ujar Andriadi kepada VOI, Selasa, 22 Juni.

Direktur eksekutif Nusantara Institute PolCom SRC menjelaskan, Prabowo meraup kemenangan di Jawa Barat sejak pilpres 2014 dan 2019 lalu. Dengan perolehan suara Prabowo - Hatta 59,78 persen pada Pilpres 2014, dan Prabowo - Sandi 59, 93 persen di Pilpres 2019.
 
"Oleh karena itu, pertemuan kedua tokoh bisa saja menjajal ke arah koalisi Prabowo-RK di Pilpres 2024," kata Andriadi.
 

Andriadi melanjutkan, pada saat Pilkada Jabar 2018 lalu, Ridwan Kamil diusung oleh partai NasDem. Bisa saja, kata dia, realita tak terduga terjadi di tengah dinamika politik jelang pilpres 2024, yakni koalisi Gerindra - Nasdem dengan mencalonkan Prabowo - RK.
 
Berbeda, Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin, melihat ada kepentingan Pilpres 2024 yang terselip di antara pertemuan keduanya. 
 
Di mana Prabowo disebut akan maju capres, sementara Ridwan Kamil merupakan orang nomor satu di Jawa Barat. Terlebih Jabat merupakan lumbung suara Partai Gerindra.
 
"Paling tidak kan Prabowo ingin mengamankan suara di Jabar. Artinya walaupun misalkan nanti Ridwan Kamil tidak menjadi capres dan cawapres, tapi posisinya kan orang yang berpengaruh di di masyarakat Jabar untuk memilih Prabowo," ujar Ujang kepada VOI, Selasa 22 Juni.
 
Karena itu, direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) menilai wajar semua tokoh-tokoh, termasuk Prabowo menjalin silaturahmi dengan Ridwan Kamil sebagai gubernur Jabar. Sebab, wilayah Jawa-Bali menjadi pemilih terbesar di Indonesia, utamanya Jawa Barat. 
 
"Saya melihat seperti itu. Sebelumnya Anies ketemu, lalu tokoh lain, itu dalam rangka bagaimana mendekati Ridwan Kamil untuk menjaga suara mereka, karena Jabar menjadi pemilih terbesar di Indonesia," jelas Ujang.
 
Terkait pasangan calon Pilpres 2024, Ujang menilai Gerindra sulit jika Prabowo berpasangan dengan Ridwan Kamil. Karena, RK alias Emil, tidak memiliki partai. Sementara, Gerindra sendiri hanya mendapat 12,57 persen suara pada Pemilu 2019 lalu.
 
"Artinya dia butuh partai lain untuk bisa membangun koalisi. Kemungkinan besar Prabowo nyari tokoh yang punya partai atau paling tidak tokoh yang didukung partai, soal siapa kalau dipasangkan dengan Ridwan Kamil ya agak sulit," kata Ujang.
 
Termasuk untuk visi jangka panjang tiket pilpres Ridwan Kamil dari Gerindra. Menurut Ujang, masih belum tentu karena politik sangat dinamis.
 
"Perkembangan politik belum bisa terbaca sampai saat ini, karena untuk kalkulasi 2024 itu kita masih belum tahu," katanya.
 
Lagipula, sambung Ujang, Gerindra pernah kecewa saat mendukung Ridwan Kamil menjadi wali kota Bandung. Tetapi, Gerindra dikhianati saat Pilkada Jabar.
 
"Tapi karena konteks Pilpres, karena sama-sama ada kepentingan yang sama jadi saling ketemu, saling bersilaturahmi politik untuk memiliki agenda masing-masing," tandas Ujang.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertemu dengan Menteri Pertahanan yang juga ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Senin sore, 21 Juni. 
 
Isi pertemuan tersebut diungkap Ridawan Kamil Ridwan Kamil melalui akun Instagram pribadinya, @ridwankamil di hari yang sama.

"Bersama Menteri Pertahanan Bapak @prabowo Subianto, membahas berbagai rencana pembangunan penguatan SDM di Jawa Barat termasuk pembangunan pengembangan kampus Unhan di Sukabumi," tulis Emil yang dikutip VOI, Selasa, 22 Juni.

Emil dan Prabowo juga membahas soal penyiapan balai latihan dan pendidikan pertahanan di Bogor untuk disiapkan menjadi RS Darurat COVID-19.

Dikatakan Emil, Prabowo juga akan mengarahkan Partai Gerindra Jawa Barat mendukung program-program pembangunan Jawa Barat Juara, termasuk dalam penanganan pandemi COVID-19.