Bagikan:

MANADO - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Jumat (22/5). Ia meminta museum daerah tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda lama, tetapi hidup sebagai ruang budaya yang dekat dengan masyarakat.

Fadli mengatakan museum harus menjadi sumber cerita, inspirasi, penciptaan karya baru, dan nilai tambah bagi pembangunan daerah.

“Museum menjadi salah satu etalase budaya dan peradaban yang memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia,” kata Fadli.

Ia berharap Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara menjadi contoh museum daerah yang inklusif dan berdampak.

Fadli juga mendorong pengelolaan museum melibatkan lebih banyak pihak, termasuk melalui kerja sama pemerintah dan swasta. Menurut Fadli, filantropis yang peduli seni, budaya, dan museum perlu ikut memperkuat pengelolaan museum.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengatakan museum tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara. Museum itu dibangun sejak 1974 dan kini tampil dengan wajah baru.

“Kami sepakat untuk memelihara, menjaga, dan mengenal sejarah tentang Sulawesi Utara, baik masa lalu dan masa kini,” kata Yulius.

Ia menyebut museum itu kini memadukan unsur tradisional, konvensional, dan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan atau AI.

Dalam acara tersebut, pemerintah juga menyerahkan 21 sertifikat Warisan Budaya Tak Benda yang diwakili tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Selain itu, diserahkan tiga sertifikat Cagar Budaya Provinsi kepada dua kabupaten dan satu sertifikat Cagar Budaya Nasional kepada Kabupaten Minahasa Utara.

Pemerintah Sulawesi Utara juga menyerahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 1.000 pelaku dan komunitas seni budaya, serta alat musik kolintang kepada tujuh sanggar di tujuh kabupaten/kota.

Revitalisasi museum ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melestarikan budaya Sulawesi Utara. Pemerintah berharap museum tidak hanya menjadi tempat edukasi dan rekreasi, tetapi juga ruang yang membuat masyarakat lebih mengenal sejarah, budaya, dan identitas daerahnya.