JAKARTA - Iran pada Hari Minggu mengancam untuk berkonfrontasi dengan Amerika Serikat terkait blokade angkatan lautnya, dengan seorang penasihat militer utama pemimpin tertinggi negara itu memperingatkan Teluk Oman dapat menjadi "kuburan" bagi kapal-kapal AS jika ketegangan terus meningkat.
"Saran saya kepada militer AS adalah untuk mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda. Jika tidak, pemahaman kami adalah blokade angkatan laut adalah tindakan perang, dan menanggapinya adalah hak alami kami," teas Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, dalam pernyataan yang disiarkan Minggu oleh televisi Pemerintah Iran, melansir Anadolu (18/5).
Lebih jauh Mayjen Rezaei mengatakan, kesabaran Negeri Para Mullah tidak boleh diartikan sebagai penerimaan tekanan atau ancaman.
"Jika kita telah bersabar sampai sekarang, itu tidak berarti kita telah menerimanya," katanya.
Ia juga mempertanyakan alasan di balik kehadiran militer AS yang berkelanjutan di Teluk, dengan alasan Washington tidak lagi memiliki pembenaran yang pernah digunakannya untuk mempertahankan perannya di kawasan tersebut.
"Amerika datang ke sini dan membawa kapal perangnya. Siapa musuhnya? Dulu, mereka mengatakan mereka datang untuk menghadapi Uni Soviet," tanyanya.
"Uni Soviet sudah tidak ada lagi," tandas Mayjen Rezaei.
Dijelaskan olehnya, Selat Hormuz selalu terbuka untuk perdagangan dan berpendapat bahwa yang ditolak adalah kampanye militer asing, bukan pergerakan komersial.
"Selat Hormuz terbuka untuk perdagangan, tetapi akan ditutup untuk pembangunan militer dan upaya apa pun untuk menggoyahkan keamanan," urai Mayjen Rezaei.
Diketahui, ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan oleh Teheran dan gangguan di Selat Hormuz.
BACA JUGA:
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan yang langgeng.
Belakangan, Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur air strategis tersebut.