Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Israel telah menyetujui rencana pembangunan kompleks Kementerian Pertahanan di bekas lokasi markan badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, dekat Ammunition Hil di Yerusalem Timur.

Kompleks tersebut akan mencakup museum militer Israel yang baru, kantor perekrutan, dan kantor menteri pertahanan.

Dalam pernyataan bersama, Kementerian Pertahanan Israel dan Pemerintah Kota Yerusalem mengatakan kompleks tersebut akan dibangun di lahan seluas 36 dunam (sembilan hektar), sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kehadiran lembaga pertahanan di Yerusalem.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menggambarkan langkah tersebut sebagai "keputusan kedaulatan, Zionisme dan keamanan", dikutip dari The National (18/5).

Katz menuduh UNRWA memiliki hubungan dengan Hamas dan mengatakan lembaga-lembaga baru tersebut akan menggantikan apa yang disebutnya sebagai "mesin teror dan hasutan terhadap Israel".

Israel diketahui mulai menghancurkan bekas markas UNRWA pada Bulan Januari setelah bertahun-tahun melakukan tindakan terhadap badan tersebut, yang dituduh Israel memiliki hubungan dengan Hamas dan terlibat dalam kegiatan militan, termasuk serangan 7 Oktober 2023.

Kementerian Pertahanan dan Pemerintah Kota Yerusalem menandatangani perjanjian pada Bulan Desember untuk mendirikan markas pertahanan baru di kota tersebut dan memindahkan akademi militer ke Yerusalem.

Terpisah, Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menggambarkan penghancuran markas tersebut sebagai "tingkat baru pembangkangan terbuka dan disengaja terhadap hukum internasional" oleh Israel.

Pembongkaran kompleks UNRWA adalah langkah terbaru Israel terhadap organisasi tersebut sejak dimulainya perang Gaza.

Sebelumnya, sekolah, pusat kesehatan, dan kamp pengungsi UNRWA telah mendukung generasi pengungsi Palestina sejak perang tahun 1948 yang mengiringi pembentukan Israel.

Pada akhir tahun 2024, Israel melarang UNRWA beroperasi di wilayah yang berada di bawah kendalinya, sebuah keputusan yang banyak dikritik di komunitas internasional, termasuk oleh banyak sekutu dekat Israel.

Lembaga ini dianggap penting untuk mendukung warga Palestina dan menangani bencana kemanusiaan akibat perang Gaza.

Israel telah lama menuduh UNRWA mentolerir konten anti-Semit dalam kurikulum sekolah, mempertahankan hubungan dekat dengan Hamas, dan melanggengkan status pengungsi bagi warga Palestina – tuduhan yang berulang kali dibantah oleh lembaga tersebut.