Bagikan:

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkapkan, pemerintah memastikan anggaran pertahanan tetap disiapkan meski APBN masih dalam posisi defisit. Hal tersebut disampaikan Menkeu Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin, 18 Mei.

Menurut Purbaya, seluruh kebutuhan anggaran sudah dihitung agar defisit tetap di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB. Purbaya menegaskan penguatan pertahanan tetap diperlukan di tengah ketidakpastian global.

Menurut Purbaya, pemerintah perlu menjaga kemampuan pertahanan nasional. Menkeu Purbaya juga mengatakan pemerintah sudah memasukkan kebutuhan anggaran dalam perhitungan fiskal dan tidak melebihi 3 persen defisit.

Purbaya memastikan belanja pertahanan tidak mengganggu program lain. Ia menyebut program makan bergizi gratis, subsidi, BBM, dan program pembangunan lain juga sudah diperhitungkan. Purbaya juga menanggapi kritik yang menyebut kebijakan fiskal pemerintah bermasalah.

Purbaya mengatakan defisit Indonesia masih terkendali. Tahun lalu, defisit APBN berada di level 2,8 persen PDB. Purbaya juga membandingkan posisi utang Indonesia dengan sejumlah negara Eropa. Menurutnya, rasio utang Indonesia masih sekitar 40 persen terhadap PDB.