Bagikan:

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi stabil meskipun terdampak konflik di Timur Tengah.

Selain itu, ia memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga kesinambungan fiskal sehingga tetap mampu memberikan bantalan terhadap tekanan eksternal.

"Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih memiliki ruang untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia," ujar Purbaya dalam konferensi pers virtual, dikutip Rabu, 1 April.

Purbaya menjelaskan bahwa APBN masih memiliki ruang yang cukup untuk meredam gejolak ekonomi global, bahkan, anggaran negara dinilai tetap aman meskipun harga minyak rata-rata mencapai 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.

Ia juga menambahkan bahwa dengan asumsi harga minyak tersebut, defisit anggaran masih dapat dikendalikan dengan baik hingga akhir tahun.

"Hitungan kita sekarang sampau 100 dolar AS rata-rata sampai akhir tahun pun, anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali," tambahnya.

Purbaya pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap kondisi APBN, lantaran pemerintah telah melakukan perhitungan secara matang dan memastikan seluruh aspek anggaran tetap terkendali dengan baik.

"Tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun," tuturnya.