JAKARTA - Perkembangan teknologi kedokteran modern tak membuat pengobatan alternatif tradisional kehilangan tempat di tengah masyarakat. Di sejumlah negara, terapi warisan lama justru masih dipilih sebagai pelengkap pengobatan medis, terutama bagi pasien yang mencari pendekatan terapi lebih holistik.
Salah satu metode pengobatan alternatif yang masih bertahan hingga kini adalah bekam tanduk. Praktik terapi tradisional tersebut dikenal luas dijalankan oleh Sheik Muhammad Zaenal Arifin, praktisi bekam tanduk asal Indonesia yang kini menetap di London, Inggris.
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, Arifin disebut telah menjalankan terapi bekam tanduk di berbagai negara, mulai dari Arab Saudi, Pakistan, India, Inggris, hingga sejumlah negara di Asia.
“Di tengah dominasi pengobatan modern, masyarakat global masih menaruh perhatian besar terhadap metode pengobatan alternatif kuno yang dinilai memiliki nilai historis, pendekatan holistik, serta manfaat terapi yang telah dirasakan secara luas,” ujar Arifin dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei.
Selama menjalani praktik terapi tradisional, Arifin mengaku pernah memberikan terapi kepada sejumlah tokoh penting hingga pemimpin dunia, termasuk salah satu Perdana Menteri Pakistan.
BACA JUGA:
Berbasis di London, tempat praktik terapi Arifin disebut menjadi tujuan pasien dari berbagai negara. Pasien yang datang tak hanya warga Inggris, tetapi juga dari sejumlah negara lain yang mencari terapi alternatif untuk membantu pemulihan kondisi kesehatan tertentu.
“Banyak pasien mengaku merasakan perubahan kondisi kesehatan yang signifikan setelah menjalani terapi secara rutin,” ungkapnya.
Dalam praktiknya, terapi bekam tanduk disebut banyak dicari pasien dengan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gangguan pembuluh darah, penyakit jantung, gangguan ginjal hingga kanker. Meski begitu, terapi alternatif tetap dipandang sebagai bentuk ikhtiar pendamping dan bukan pengganti penanganan medis modern.
Pria kelahiran Banten yang kini berusia 66 tahun itu juga disebut masih rutin kembali ke Indonesia untuk memberikan terapi kepada masyarakat dan sejumlah tokoh nasional.
Fenomena bertahannya pengobatan alternatif di era modern dinilai menunjukkan masih adanya kebutuhan masyarakat terhadap metode terapi tradisional yang dianggap mampu menyentuh aspek fisik, mental, hingga spiritual secara bersamaan.
“Dalam perspektif kesehatan global, keberadaan pengobatan tradisional dan modern dinilai dapat berjalan berdampingan sebagai bagian dari pilihan ikhtiar masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup,” tandasnya.