Bagikan:

JAKARTA - Ledakan pabrik kembang api di Provinsi Hunan, China tengah, membuat pemerintah pusat turun tangan. Presiden China Xi Jinping memerintahkan pencarian orang yang masih hilang dan penyelamatan korban luka dilakukan maksimal.

Dilansir Xinhua, Rabu, 6 Mei, ledakan terjadi sekitar pukul 16.40 pada Senin, 4 Mei, di sebuah pabrik kembang api di Liuyang. Kota setingkat kabupaten itu berada di bawah Changsha, ibu kota Provinsi Hunan.

Xinhua menyebut ledakan tersebut menimbulkan banyak korban. Namun, jumlah korban tewas, korban luka, dan orang hilang belum dirinci dalam laporan itu.

Xi meminta dampak ledakan ditangani dengan baik. Ia juga memerintahkan penyelidikan segera untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Pihak yang bertanggung jawab, kata Xi, harus dimintai pertanggungjawaban.

Xi juga meminta pemeriksaan risiko dan pengendalian bahaya di sektor-sektor utama diperkuat. Ia menekankan pentingnya keselamatan kerja dan pengelolaan keselamatan publik.

Perdana Menteri Li Qiang menyampaikan instruksi serupa. Ia meminta keselamatan kerja di industri dan sektor penting diperketat untuk mencegah kecelakaan besar.

Kementerian Manajemen Darurat China telah mengirim tim ke Liuyang untuk memandu operasi penyelamatan. Tim penyelamat setempat juga dikerahkan ke lokasi untuk merawat korban luka dan menangani kondisi di lapangan.

Ledakan ini kembali menempatkan keselamatan kerja di industri berisiko tinggi dalam sorotan, terutama pada sektor yang berkaitan dengan bahan mudah terbakar dan bahan peledak.