Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto merestui tujuh strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat dan menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, persetujuan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Selasa 5 Mei malam.

“Kami melaporkan kepada Bapak Presiden dan beliau merestui serta memberikan penguatan terhadap tujuh langkah penting yang ditempuh Bank Indonesia untuk membuat rupiah lebih kuat dan stabil ke depan,” ujar Perry dikutip Antara, Rabu 6 Mei.

Salah satu strategi utama adalah memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun luar negeri. BI memastikan cadangan devisa dalam kondisi memadai untuk menjaga stabilitas rupiah.

Selain itu, BI juga fokus pada penguatan arus modal masuk melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta mempererat koordinasi dengan Kementerian Keuangan guna menjaga keseimbangan aliran dana asing.

Koordinasi fiskal dan moneter juga diperkuat, termasuk melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Hingga saat ini, BI tercatat telah membeli SBN senilai Rp123,1 triliun sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan.

Strategi berikutnya adalah menjaga likuiditas perbankan dan pasar uang tetap longgar, serta menerapkan pembatasan pembelian dolar AS di dalam negeri. Batas pembelian tanpa underlying diturunkan dari 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS per orang per bulan, dan disiapkan pengetatan lanjutan hingga 25.000 dolar AS.

BI juga memperkuat intervensi di pasar offshore dengan memperbolehkan bank domestik bertransaksi non-deliverable forward (NDF) di luar negeri guna menambah pasokan valas.

Terakhir, pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi diperketat melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama terhadap pihak dengan aktivitas pembelian dolar yang tinggi.

“Koordinasi dengan OJK kami lakukan untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga,” kata Perry.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan pasar serta memperkuat fundamental rupiah di tengah dinamika global.