JAKARTA - Tiga pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus air bah di Sungai Kemaceak, Desa Lemeu, kabupaten setempat pada Senin (4/5) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong Syaprul mengatakan seluruh korban yang terjebak banjir bandang tersebut telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
"Tiga korban yang terjebak banjir Sungai Kemaceakdi Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, semuanya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni HA (17), AF (16), dan AR (16)," kata dia dilansir ANTARA, Selasa, 5 Mei.
Ketiga korban ditemukan oleh tim gabungan pada Senin (4/5) malam. Jenazah para korban langsung dievakuasi ke RSUD Lebong untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.
Peristiwa nahas tersebut, kata dia, terjadiketika delapan pelajar SMAN 1 Lebong tengah melakukan aktivitas wisata di aliran Sungai Kemaceak pada Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB. Secara tiba-tiba, debit air sungai meningkat drastis akibat kiriman air bah dari hulu yang menyeret lima orang dari rombongan pelajar ini.
"Dari lima orang yang hanyut ini, dua orang berhasil menyelamatkan diri ke tepian, sedangkan tiga lainnya terseret arus sungai yang sangat deras," terangnya.
Adapun lima pelajar yang dinyatakan selamat dalam insiden tersebut adalah Tegar Keanu Al Qayyum (16), Charisa Nindiya Putri (16), Najwa Assyifa (16), Salsa Cahya Ramadhani (16), dan Farhan Novendri (16).
BACA JUGA:
Menurut Syaprul, operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan personel gabungan yang terdiri atas BPBD Lebong, unsur TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta bantuan dari masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, diamengimbau masyarakat daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sepanjang aliran sungai, karena banjir atau air bisa kapan saja datang, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini.