Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong revitalisasi anjungan daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ia menilai anjungan tidak boleh hanya menjadi bangunan pajangan, tetapi harus hidup sebagai etalase budaya tiap provinsi.

Hal itu disampaikan Fadli saat menghadiri Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta, Jumat, 1 Mei.

Menurut Fadli, penghargaan tersebut menjadi cara untuk menilai pengelolaan, pelestarian budaya, pelayanan pengunjung, hingga inovasi anjungan daerah.

“Penghargaan ini mendorong inovasi, mengukur kinerja serta efisiensi, sekaligus mengapresiasi peran pemerintah daerah dalam menjaga budaya Nusantara,” kata Fadli.

Ia menegaskan pemerintah daerah punya tanggung jawab besar merawat anjungan. Sebab, anjungan menjadi wajah budaya daerah di ruang nasional.

“Peran pemerintah daerah dalam memelihara anjungan tentu sangat penting, karena anjungan merupakan etalase dari tiap provinsi di Indonesia. Kementerian Kebudayaan mendukung dan mendorong revitalisasi dari anjungan-anjungan daerah tersebut,” ujar Fadli.

Fadli juga menyinggung pentingnya kebudayaan sebagai kekuatan lunak atau soft power. Ia menyebut budaya kini menjadi penggerak ekonomi dan industri kreatif di banyak negara. Karena itu, TMII dinilai perlu terus menempatkan budaya sebagai dasar pengembangan kawasan.

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, mengatakan anjungan TMII merupakan bentuk fisik dari kekayaan budaya Indonesia.

“Peran anjungan daerah amatlah penting, karena anjungan menjadi jendela keragaman budaya Indonesia melalui kisah-kisah dari masing-masing daerah,” kata Febrina.

Pradana Nitya Budaya TMII Awards tahun ini memberi penghargaan untuk beberapa kategori. Sumatra Selatan meraih Anjungan dengan Tata Pamer Terbaik. Sulawesi Barat meraih Anjungan dengan Hospitality Terbaik. Jawa Timur meraih Anjungan dengan Resiliensi Terbaik.

Untuk kategori utama Anjungan Daerah Terbaik, Jawa Tengah menempati posisi ketiga, Bali posisi kedua, dan Kalimantan Selatan menjadi juara pertama.

Fadli berharap penghargaan ini membuat anjungan daerah lebih serius menghadirkan program yang orisinal, bukan sekadar membuka ruang pamer.

“Melalui penghargaan ini, Kementerian Kebudayaan terus mendorong setiap anjungan menghadirkan program yang orisinal dan berangkat dari kekuatan budaya masing-masing daerah,” ujar Fadli.