JAKARTA – Kementerian Kebudayaan menyiapkan penghargaan Pradana Nitya Budaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 1 Mei 2026. Agenda ini dipakai untuk mendorong anjungan daerah lebih aktif, lebih tertata, dan lebih kuat menjalankan fungsi budayanya.
Hal itu dibahas Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat bertemu direksi PT Bhumi Visatanda Indonesia, pengelola TMII, di kantor Kementerian Kebudayaan, Kamis, 16 April. Dalam pertemuan itu, Fadli menekankan pentingnya kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah agar anjungan tidak hanya berdiri sebagai simbol, tetapi benar-benar bergerak sebagai etalase budaya tiap provinsi.
Dalam evaluasi yang disampaikan pada rapat itu, penghargaan tahun lalu disebut memberi dampak pada sejumlah anjungan. Perbaikannya terlihat pada tata kelola, kualitas sumber daya manusia, standar layanan, program budaya, kondisi fisik bangunan, hingga kerja sama lintas pihak.
Fadli juga menyoroti soal pembiayaan museum. Menurutnya, pemerintah sedang merumuskan kebijakan sistem tiket museum agar operasionalnya lebih berkelanjutan. Ia menambahkan, pemerintah juga membuka dukungan lewat program Dana IndonesiaRaya untuk komunitas budaya dan pengelola anjungan.
BACA JUGA:
“Melalui program dana bantuan IndonesiaRaya, pemerintah turut memberikan dukungan kepada komunitas budaya dan pengelola anjungan untuk mengembangkan program berbasis ruang publik. Bantuan ini bersifat program dan ditujukan untuk kegiatan berkelanjutan, bukan operasional rutin,” kata Fadli Zon.
Dari pihak pengelola TMII, Plt Direktur Utama PT Bhumi Visatanda Indonesia Ratri Paramita mengatakan persiapan penghargaan sudah dimulai sejak pertengahan Maret. Prosesnya meliputi sosialisasi, penyusunan materi, serta seleksi dan penilaian yang berjalan sejak tahun sebelumnya.
“Berbagai program aktivasi budaya terus digencarkan di kawasan Taman Mini melalui inisiatif ‘Pertamanan Kaya Budaya’ dan peluncuran program Sampurian dari Jawa Barat,” kata Ratri.
Ia menjelaskan, sepanjang Maret hingga April TMII menggelar dan menyiapkan sejumlah kegiatan, mulai dari instalasi seni, pertunjukan tari dari 34 provinsi, tiket gratis ICP Nusantara, pertunjukan kecak, immersive room bertema Jakarta, pertunjukan musik, video mapping, hingga program tematik Experience Bali in a Day. TMII juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Sarinah, untuk mendorong promosi UMKM daerah dan memperkuat produksi acara.
Di akhir pembahasan, Fadli juga menyampaikan rencana pengembangan sumber daya manusia kebudayaan, termasuk penyusunan kurikulum pascasarjana tingkat magister yang berfokus pada kebudayaan di TMII.