JAKARTA -Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan akan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Monas, Jakarta Pusat yang menjadi lokasi peringatanMay Day atau Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5).
“Rekayasa arus lalu lintas kami lakukan secara situasional,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin dilansir ANTARA, Kamis, 30 April.
Sejumlah rekayasa lalu lintas yang dilakukan mulai dari pengalihan ataupun penutupan akses ke kawasan Monas jika nanti terdapat ruas jalan dan volume kendaraan yang padat.
“Maka kami akan lakukan pengalihan atau bahkan penutupan sekiranya itu diperlukan,” katanya.
Namun,Komarudin berharap tidak sampai melakukan penutupan sehingga konsep pengamanan dimulai dari zona hijau, zona kuning, zona merah dan tidak sampai ada peningkatan.
“Ya, kami berharap kita tetap bermain di zona hijau, artinya seluruh ruas jalan bisa tetap digunakan untuk sirkulasi pergerakan baik kendaraan roda dua, roda empat, dan bus peserta yang nanti akan masuk,” kata dia.
Zona kuning akan dilakukan pada saat situasi ruas Jalan Merdeka Barat, Timur, Utara, Selatan karena potensi kepadatan yang luar biasa.
Petugas akan menerapkan zona kuning dengan mengalihkan mulai dari Sarinah, Tugu Tani, dan Harmoni.
“Ini sudah mulai akan kami alihkan ataupun kami kurangi volumenya sehingga mengantisipasi kepadatan yang bertambah panjang dan lama,” kata dia.
BACA JUGA:
Adapun Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengerahkan 1.793 personel untuk mengawal pelaksanaan Hari Buruh Internasional atau May Day yang dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Jumat (1/5).
Total buruh yang akan mengikuti pelaksanaan Hari Buruh Internasional di kawasan Monas ini mencapai 200 ribu orang dan diperkirakan ada 4.000 unit bus yang akan masuk ke Jakarta pada peringatan Hari Buruh esok.
“Diperkirakan sampai dengan data terakhir yang kami terima 200.000 lebih buruh yang akan ke Monas dan ada beberapa kelompok yang mungkin akan melaksanakan kegiatan di beberapa titik Jakarta,” kata dia.