Bagikan:

JAKARTA - Perumda Dharma Jaya menargetkan penyediaan 900 ekor sapi kurban untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Penyediaan ini diklaim telah melalui proses seleksi ketat guna memastikan standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan seluruh sapi yang disiapkan telah melewati tahapan verifikasi asal daerah, karantina, hingga pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta.

"Prioritas kami adalah memberikan jaminan keamanan bagi konsumen. Setiap ekor sapi didatangkan dari wilayah telah terverifikasi dan wajib melewati proses karantina serta pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta," kata Raditya dalam keterangannta, Kamis, 30 April.

Selain pasokan hewan, Dharma Jaya juga mengandalkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Cakung yang telah mengantongi sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan halal. Fasilitas ini mampu memotong hingga 200–250 ekor sapi per hari.

Sebanyak 100 personel disiagakan, termasuk juru sembelih halal (Juleha) bersertifikat dan tim pengemasan. Perusahaan juga membuka layanan pengolahan daging kurban, mulai dari pemotongan hingga pengemasan dalam ukuran kilogram untuk memudahkan distribusi.

"Melalui sistem layanan terpadu ini, kami memastikan aspek higienitas tetap terjaga mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, kami juga menjamin manajemen limbah hasil pemotongan dilakukan sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku," ucap Raditya.

Dharma Jaya juga membuka akses informasi stok dan harga hewan kurban secara digital melalui kanal resminya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan kesiapan pelaksanaan kurban tidak hanya pada ketersediaan hewan, tetapi juga tata kelola yang tertib dan ramah lingkungan.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyebut persiapan dilakukan menyeluruh, mulai dari salat Id, proses penyembelihan, hingga distribusi daging.

"Pada prinsipnya kami menyiapkan sebaik-baiknya. Tidak hanya dari sisi kebutuhan hewan kurban, tetapi juga bagaimana penyelenggaraannya, mulai dari persiapan salat Id, proses pemotongan, hingga distribusi daging kepada masyarakat," tutur Suharini.

Pemprov juga mendorong penggunaan wadah ramah lingkungan untuk menekan lonjakan sampah plastik saat Iduladha. Selain itu, sertifikasi juru sembelih halal dinilai penting agar proses penyembelihan sesuai syariat dan standar kesehatan.

Pengawasan kesehatan hewan akan dilakukan sejak satu bulan sebelum hari H, termasuk di titik-titik penjualan hewan kurban di seluruh wilayah Jakarta.

"Biasanya pengawasan sudah dimulai satu bulan sebelumnya. Kawan-kawan di wilayah akan turun untuk memastikan kesehatan hewan dan kelayakan distribusi," ungkap dia.

Untuk menjamin pasokan, Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan daerah pemasok seperti Lampung dan Jawa Tengah. Ketergantungan ini tak lepas dari keterbatasan lahan di Jakarta.

"Koordinasi dengan daerah pemasok sudah dilakukan. Perizinan juga kita fasilitasi agar distribusi hewan kurban ke Jakarta berjalan lancar," lanjutnya.

Terkait peran Dharma Jaya, Pemprov menyebut perusahaan daerah itu berfungsi sebagai penopang penyediaan hewan dan fasilitas pemotongan dalam skala besar.

"Biasanya pemotongan di Dharma Jaya dilakukan dalam bentuk potongan besar, seperti dibagi empat, lalu diserahkan kepada panitia kurban untuk didistribusikan," imbuh suharini.