Sapi Kurban Bupati Bogor Dipasangi Masker, Kenapa?
Sapi kurban Bupati Bogor (Foto: Antara)

Bagikan:

BOGOR - Ada yang berbeda dari sapi hewan kurban kebanyakan di Bogor. Sapi kurban Bupati Bogor, Ade Yasin dipasangi masker saat diserahkan ke panitia kurban. Kenapa?

Sapi ini sengaja dipakaikan masker sebagai simbol untuk mengingatkan warga agar menaati protokol kesehatan terkait COVID-19. Warga diingatkan tetap mengenakan masker di luar rumah dan menjalankan protokol kesehatan lainnya guna mencegah penularan COVID-19.

"Sebagai simbol untuk mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir. Bermasker hanya saat diserahkan ke DKM (Dewan Kemakmuran Masjid)," kata Kepala Subbagian Mental dan Kerohanian Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Ahmad Rosadi usai menyerahkan hewan kurban Bupati ke Dewan Kemakmuran Masjid Agung Baitul Faizin di Cibinong, dilansir Antara, Jumat, 31 Juli.

Sapi jenis limosin seberat 1,2 ton dari Bupati Bogor dipasangi masker sekaligus sebagai pengingat agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurbanjuga menaati protokol kesehatan. Hal ini juga berlaku saat pembagian daging hewan kurban ke masyarakat.

"Penyembelihannya antara Hari Sabtu (1/8) atau Hari Minggu (2/8) ini di RPH (rumah pemotongan hewan), karena tidak boleh menyembelih di masjid," katanya.

Pemkab Bogor, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor mempersilakan warga melaksanakan pemotongan hewan kurban dengan syarat menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Pemberian hewan kurban juga dilakukan  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria menyumbang masing-masing satu sapi limosin. 

"Ini kami menitipkan sapi dengan berat 1,3 ton, kemudian sapi yang dari Pak Wagub tadi beratnya satu ton, yang nanti akan dipotong di RPH (Rumah Potong Hewan) Dharma Jaya," kata Anies di Balai Kota.

Anies menyebut pemotongan hewan kurban akan dilakukan di RPH Dharma Jaya demi menghindari kerumunan. Keputusan ini diambil untuk mencegah menyebarnya COVID-19.

 

"Total di RPH sana ada lebih dari 800 sapi (sebagai hewan kurban). Tetapi dari Pemprov DKI Jakarta sendiri, 160 ekor sapi yang dari dari Pemprov DKI Jakarta yang dititipkan di Dharma Jaya. Jadi pemotongannya tidak di sini, tapi di Dharma Jaya," ujar Anies.