JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Kementerian Perhubunganakan mengevaluasi taksi Green SM menyusul tabrakan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.
Teddy menyampaikan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi asal Vietnam tersebut.
"Dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," kata Seskab.
Teddy menyampaikan langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Pemerintah, kata Teddy, juga berkomitmen untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh, termasuk sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api.
Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan kereta api.
"Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut," kata Teddy.
Sementara itu, perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia telah menyampaikan pernyataan menyusul kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan mereka dengan kereta yang sedang melintas di area perlintasan kereta dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Dalam keterangan tertulis yang dibagikan di akun Instagram resmi perusahaan @id.greensm pada Selasa, Green SM Indonesia menyatakan perusahaan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang berkenaan dengan insiden kecelakaan tersebut.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menerapkan standar keselamatan guna memastikan keamanan pengguna layanan maupun masyarakat luas.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata perusahaan tersebut.
BACA JUGA:
Dalam pernyataan terbarunya, perusahaan itu juga menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban.
"Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," kata Perusahaan taksi itu.
Kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Lineterjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.