JAKARTA - Amerika Serikat memperingatkan perusahaan dan pemerintah negara lain agar tidak melayani pesawat milik maskapai Iran yang masuk daftar sanksi. Urusannya bukan hanya penerbangan, tetapi juga avtur, katering, biaya pendaratan, hingga perawatan pesawat.
Dilansir Anadolu Agency, Selasa, 28 April, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan pihak mana pun yang berbisnis dengan maskapai Iran yang telah dikenai sanksi. Menurut Bessent, layanan kepada maskapai tersebut dapat membuat perusahaan atau pihak ketiga ikut terseret sanksi Washington.
Peringatan itu disampaikan Bessent melalui unggahan di platform X, Senin. Ia menyebut bisnis dengan maskapai Iran yang masuk daftar sanksi “berisiko terpapar sanksi AS”.
Bessent juga meminta pemerintah negara lain bertindak. Ia mendesak mereka memastikan perusahaan di wilayah hukumnya tidak memberi layanan kepada pesawat Iran yang disanksi.
BACA JUGA:
Daftar layanannya rinci. Pemerintah AS menyebut pengisian bahan bakar jet, katering, biaya pendaratan, hingga perawatan pesawat. Artinya, pekerjaan rutin di bandara bisa berubah menjadi perkara geopolitik.
Bagi bandara-bandara internasional di banyak negara, peringatan ini menyasar pekerjaan harian yang biasanya dianggap biasa yakni mengisi avtur, menyiapkan makanan, menarik biaya pendaratan, atau merawat pesawat.
Bessent menegaskan Departemen Keuangan AS akan melanjutkan kampanye “tekanan maksimum” terhadap Iran melalui kebijakan yang disebut “Economic Fury”. Ia menyatakan AS tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak yang memfasilitasi atau langsung berbisnis dengan entitas Iran.