Bagikan:

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menegaskan fasilitas stop kontak di dalam kereta hanya untuk perangkat berdaya rendah, seperti telepon seluler, laptop, tablet, dan perangkat pendukung lainnya.

“Daya listrik di dalam kereta diprioritaskan untuk menunjang fasilitas utama, seperti AC, penerangan, sistem pintu otomatis, serta perangkat informasi penumpang. Tidak tersedia kapasitas tambahan untuk penggunaan alat listrik berdaya besar,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dilansir ANTARA, Jumat, 24 April.

Sebelumnya viral, penumpang kereta menggunakan kompor listrik memasak mie instan. Setelah ‘dirujak’ netizen dan diingatkan langsung admin KAI, penumpang itu meminta maaf lewat akun Threads.

Dia menjelaskan sejumlah perangkat, seperti penanak nasi, pengering rambut, maupun alat dengan elemen pemanas lainnya memiliki konsumsi daya tinggi yang dapat memicu kelebihan beban (overload).

Jika terjadioverload, maka sistem kelistrikan dapat mengalami gangguan atau trip, yang mengakibatkan padamnya fasilitas utama dan terganggunya kenyamanan serta keselamatan perjalanan.

Franoto mengatakan penggunaan alat listrik yang tidak sesuai juga berpotensi menimbulkan panas berlebih pada instalasi, korsleting,risiko kebakaran, serta menimbulkan asap di dalam ruang tertutup, yang mengganggu penumpang lain.

Penegasan itu pun menjadi penting menyusul kejadian viral di media sosial terkait penggunaan peralatan listrik berdaya tinggi untuk memasak di dalam kereta.

Tindakan tersebut, menurutFranoto, merupakan bentuk penyalahgunaan fasilitas yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan.

“Kami menegaskan setiap fasilitas di stasiun maupun di dalam kereta merupakan bagian dari sistem pelayanan yang harus dijaga bersama. Penyalahgunaan fasilitas tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan seluruh pelanggan,” tegas Franoto.

Selain di dalam kereta, KAI juga menyediakan fasilitas pengisian daya di area stasiun. Selain itu, sejumlah stasiun juga telah dilengkapi dengancoworking spaceyang memungkinkan penumpang bekerja dengan lebih nyaman sebelum keberangkatan.

Franoto berharap seluruh penumpang semakin memahami pentingnya menjaga fasilitas publik serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu operasional maupun keselamatan perjalanan kereta api.