Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar pada Hari Rabu mendesak Beirut untuk melakukan upaya bersama dengan Israel untuk melawan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, menjelang putaran kedua perundingan kedua negara yang dijadwalkan digelar di Washington, Amerika Serikat Hari Kamis.

"Besok (hari ini) pembicaraan langsung antara Israel dan Lebanon akan dilanjutkan di Washington DC. Saya menyerukan kepada Pemerintah Lebanon, mari kita bekerja sama melawan negara teror yang dibangun Hizbullah di wilayah Anda," kata Menlu Sa'ar dalam sebuah pidato, melansir Al Arabiya dari AFP (23/4).

"Kerja sama ini dibutuhkan oleh Anda bahkan lebih dari oleh kami. Ini membutuhkan kejelasan moral dan keberanian untuk mengambil risiko. Tetapi tidak ada alternatif nyata untuk memastikan masa depan perdamaian bagi Anda dan bagi kami," lanjutnya.

Terpisah, Hizbullah mengatakan telah melancarkan serangan ke Israel utara sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata Israel, klaim pertama sejak gencatan senjata dimulai.

Menlu Saar, dalam pidatonya pada Hari Rabu menegaskan kembali, Israel tidak memiliki "perselisihan serius" dengan Lebanon.

"Sayangnya, Lebanon adalah negara gagal, negara yang secara de facto berada di bawah pendudukan Iran melalui Hizbullah," katanya.

"Hambatan bagi perdamaian dan normalisasi antara kedua negara adalah satu, Hizbullah," tambahnya.

Diketahui, Israel melakukan serangan udara besar-besaran di seluruh Lebanon dan menginvasi wilayah selatan, setelah Hizbullah memasuki perang Timur Tengah untuk mendukung pendukungnya, Iran, pada 2 Maret.

Meskipun gencatan senjata dimulai pada Hari Jumat pekan lalu, tentara Israel masih aktif di Lebanon selatan, dengan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan pekan lalu, mereka akan menggunakan "kekuatan penuh" jika terancam.

Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Israel mengatakan berhak untuk bertindak terhadap "serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung."

Sebelumnya pada Hari Rabu, militer Israel mengatakan pasukannya telah membunuh dua "teroris yang melanggar kesepakatan gencatan senjata" di daerah Saluki di Lebanon selatan sehari sebelumnya.

Kedua orang itu telah "melintasi garis pertahanan depan dan mendekati tentara, menimbulkan ancaman langsung," kata militer, menambahkan angkatan udaranya kemudian menyerang dan melenyapkan mereka.

Serangan udara Israel juga menewaskan satu orang dan melukai dua orang di wilayah Bekaa, Lebanon, pada hari Rabu, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah.

Militer Israel sebelumnya telah mendirikan apa yang disebut "Garis Kuning" di Lebanon selatan dekat perbatasan, tempat pasukannya beroperasi meskipun ada gencatan senjata.

Pada Hari Selasa, mereka mengatakan Hizbullah meluncurkan roket ke arah tentara yang ditempatkan di Lebanon selatan. Militer Israel membalas dengan menghantam peluncur roket tersebut.

Mereka juga mengatakan telah mencegat sebuah drone yang ditembakkan dari Lebanon sebelum melintasi wilayah Israel.