Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah anggaran program sekolah swasta gratis seiring penambahan jumlah sekolah penerima pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengungkapkan, pada tahun ajaran 2025/2026, anggaran program sekolah gratis dialokasikan sekitar Rp107 miliar untuk 40 sekolah. Tahun ini, dengan penambahan 63 sekolah atau total menjadi 103 sekolah, anggaran meningkat signifikan.

“Tahun 2025 sekitar Rp107 miliar. (Tahun ajaran baru 2026/2027 jadi 282,4 miliar," kata Nahdiana di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 22 April.

Nahdiana menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional pendidikan, mulai dari biaya SPP siswa tiap bulan hingga peningkatan kualitas pembelajaran.

Selain itu, dana juga dialokasikan untuk pengembangan sarana dan prasarana seperti ruang kelas dan perpustakaan, kegiatan ekstrakurikuler, hingga peningkatan kompetensi guru.

"Lalu untuk pelaksanaan evaluasi atau asesmen itu juga bisa, dan pembayaran gaji dan honor guru," ucap Nahdiana.

Nahdiana menegaskan, pemilihan sekolah mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2025 Bantuan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Swasta. Salah satu prioritas utama adalah sekolah swasta yang berada di wilayah tanpa sekolah negeri.

Selain itu, sekolah harus memenuhi sejumlah syarat administratif dan kualitas, seperti memiliki izin resmi, terdaftar di Dapodik, terakreditasi, serta menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam tiga tahun terakhir.

Ditegaskan, sekolah yang masuk program ini tidak boleh lagi memungut biaya apa pun dari siswa.

"Dia enggak boleh lagi memungut apa pun ke peserta didik. Jadi di Pasal 20 di Pergub itu ada, sekolah swasta yang menerima pendanaan pendidikan dilarang memungut biaya dalam bentuk apa pun dari peserta didik," tegas Nahdiana.