JAKARTA - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana memastikan Pemprov DKI akan menambah puluhan jumlah sekolah swasta yang masuk program sekolah swasta gratis. Sebelumnya, program ini telah berjalan sejak tahun 2025.
"Ada 63 sekolah yang kita akan tambah. Kan, awalnya 40 sekolah, sekarang ini, jumlahnya jadi 103," kata Nahdiana kepada wartawan, Jumat, 27 Februari.
Nahdiana mengungkapkan, sekolah swasta yang diprioritaskan untuk masuk program sekolah swasta gratis adalah satuan pendidikan dengan grade C dan D. Sehingga, dipastikan sekolah swasta elite tak akan masuk program tersebut.
Adapun penambahan 63 sekolah swasta gratis akan mulai berlangsung pada tahun ajaran baru 2026/2027.
"Kalau yang 40 itu sudah tahun 2025. Kan tahun pelajaran itu dimulainya Juli, jadi akan berakhir di Juni nanti. Mulai lagi Juli 2026. Jadi 103 ini akan mulai di Juli 2026," tutur Nahdiana.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania. Atika mengakui memang terdapat pengurangan target penambahan jumlah sekolah gratis pada tahun ini. Pada Agustus 2025, Pemprov DKI memasang target program tersebut bisa menyasar 258 sekolah swasta.
Penurunan target ini disebabkan adanya pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencakup dana bagi hasil (DBH) sebesaar Rp15 triliun.
BACA JUGA:
Di mana, mulanya APBD DKI Jakarta tahun 2026 direncanakan menyentuh sekitar Rp95 triliun. Namun, karena penurunan nilai dana transfer, APBD diketok hanya menjadi Rp81,3 triliun. Pemprov DKI pun terpaksa mengurangi pagu anggaran pada sejumlah progra yang dijalankan pada tahun ini.
"Bahwa betul memang dari rencana 250-an sekolah gratis, karena ada pengurangan signifikan pada DBH, tentunya kita harus melakukan rasionalisasi dari jumlah. Jadi memang faktornya adalah karena pengurangan dari pendapatan yang berasal dari DBH," ucap Atika.