Bagikan:

JAKARTA - Kuil Gangotri di Uttarakhand, India, memberlakukan aturan masuk baru yang memicu sorotan. Pengunjung kini wajib meminum panchgavya, ramuan ritual yang salah satu unsurnya air kencing sapi, sebelum diizinkan masuk ke kuil tersebut.

Laporan The Independent yang dikutip Selasa, 21 April menyebut aturan ini diumumkan bersamaan dengan dimulainya Char Dham Yatra, ziarah besar tahunan umat Hindu yang menarik jutaan peziarah ke empat kuil utama di kawasan Himalaya, termasuk Gangotri.

Komite pengelola kuil terang-terangan menyebut aturan itu dibuat untuk menyaring orang yang dianggap tidak beriman. Ketua komite, Dharmendra Semwal, mengatakan kebijakan ini ditujukan untuk mencegah “non-Sanatani” dan orang yang tidak percaya masuk ke Kuil Gangotri.

“Orang yang benar-benar beriman tidak akan punya masalah untuk meminumnya,” kata Semwal kepada The Independent. Ia juga mengatakan mereka yang masuk dengan menyamar dan tidak punya keyakinan terhadap agama itu tidak akan diizinkan masuk.

Aturan tersebut akan diterapkan di pintu gerbang. Petugas kuil akan membagikan “air suci” itu kepada para peziarah sebelum mereka masuk. Panchgavya terdiri atas lima unsur yang berasal dari sapi, yakni susu, dadih, ghee, madu, dan air kencing sapi.

Semwal mengatakan aturan baru ini akan memulihkan keimanan dan spiritualitas. Ia juga menyebut para peziarah Char Dham sudah mulai berdatangan dan sejauh ini belum ada yang memprotes kewajiban meminum ramuan itu di Kuil Gangotri.

Kebijakan ini muncul di tengah kenyataan bahwa banyak kuil di India tetap terbuka bagi wisatawan dan orang non-Hindu. Namun tidak semua mengambil sikap serupa. Pada Maret, Komite Kuil Badrinath-Kedarnath melarang non-Hindu masuk ke 47 kuil yang mereka kelola.

Aturan di Gangotri juga menuai kritik. Meski sapi dianggap suci dalam agama Hindu dan air kencingnya dipakai dalam ritual penyucian, kewajiban meminumnya dinilai bisa menyinggung umat Hindu yang tidak menjalankan praktik itu atau merasa tidak nyaman dengannya. Arahan komite kuil juga dikritik karena dianggap mengucilkan non-Hindu dan membatasi ruang keagamaan yang selama ini dikenal terbuka.

Isu air kencing sapi di India juga tidak lepas dari politik. Seperti dilaporkan The Independent, kelompok-kelompok yang dekat dengan BJP, partai nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, kerap mempromosikannya dan menyebutnya punya khasiat kesehatan.

Baba Ramdev, guru yoga yang secara terbuka mendukung BJP, juga menjual produk yang mengandung air kencing sapi lewat merek Ayurveda miliknya, meski para ahli kesehatan sudah berkali-kali memperingatkan klaim semacam itu belum terverifikasi. Para kader BJP pun kerap memakai air kencing sapi dalam ritual penyucian. Bahkan saat pandemi Covid-19, mantan ketua BJP di Benggala Barat pernah mendorong masyarakat memakainya untuk meningkatkan kekebalan tubuh, yang kemudian dibantah para ahli medis karena tidak memiliki dasar ilmiah.

Belum jelas bagaimana komite-komite kuil yang mengelola kuil-kuil Char Dham akan memastikan aturan baru itu berjalan ketika musim ziarah mencapai puncaknya. Tahun lalu, Kedarnath saja didatangi 1,77 juta orang. Sementara empat kuil Char Dham menerima 5,1 juta pengunjung dalam waktu kurang dari tujuh bulan pada 2025, menurut departemen pariwisata negara bagian.