JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga memberikan apresiasi khusus bagi para pelaut perempuan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional hingga ke jalur internasional.
Momentum Hari Kartini tahun ini menjadi ajang perusahaan untuk menyoroti dedikasi perempuan di sektor pelayaran yang selama ini didominasi oleh laki-laki.
Peran pelaut perempuan dinilai krusial dalam memastikan pasokan energi menjangkau seluruh pelosok negeri, terutama wilayah dengan akses geografis yang kompleks.
Salah satu sosok senior, Noor Faridah, yang kini menjabat sebagai Mualim II, telah mengabdikan diri selama lebih dari satu dekade di laut.
Noor tercatat memiliki pengalaman luas mengoperasikan berbagai jenis kapal, mulai dari kapal pengangkut minyak mentah (crude) hingga kapal gas.
Jangkauan pelayarannya pun tidak main-main, meliputi rute internasional yang menantang seperti Selat Hormuz hingga perairan Irak
"Setiap pelayaran membawa tanggung jawab besar, karena kami tahu energi yang kami bawa akan sampai ke masyarakat. Jauh dari keluarga menjadi bagian dari perjalanan, namun itu juga yang menguatkan saya," ujar Noor dalam keterangan kepada media, Selasa, 21 April.
Di sisi lain, semangat serupa ditunjukkan oleh pelaut muda Roro Anka Nurasti yang kini bertugas sebagai 3rd Officer.
Memulai karier dari tingkat Mualim IV, Anka menekankan bahwa profesi ini adalah tentang pembuktian kapasitas diri dan keberanian mengambil jalur yang tidak mudah.
Dia mengakui bahwa tantangan terbesar seringkali muncul saat membangun kepercayaan di lingkungan kerja yang didominasi pria. Namun, proses tersebut justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih teliti dan disiplin.
Pjs VP Relations III PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream, Alexandro S. Pangaribuan mengatakan, kehadiran pelaut perempuan seperti Noor Faridah dan Roro Anka Nurasti menjadi cerminan bahwa perempuan memiliki ruang yang semakin luas untuk berkontribusi, termasuk di sektor pelayaran.
"Dengan dedikasi dan profesionalisme, mereka tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga energi tetap hadir bagi masyarakat," ujar Alexandro.
BACA JUGA:
Ia menilai momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa semangat perempuan Indonesia terus bergerak maju, tidak hanya di darat, tetapi juga di laut.
"Melalui langkah para pelaut perempuan yang menjaga energi dari garis depan distribusi nasional," tandas Alexandro.