Bagikan:

JAKARTA – Sebuah reservoir magma raksasa, yakni kantong besar berisi batuan cair panas di bawah permukaan bumi, ditemukan jauh di bawah Tuscany, Italia. Mengutip laporan The Independent, Senin, 20 April, volumenya diperkirakan mencapai 6.000 kilometer kubik.

Dalam laporan tersebut, ukuran itu disebut sebanding dengan sistem magma di bawah Yellowstone di Amerika Serikat dan Danau Taupo di Selandia Baru, dua kawasan yang dikenal memiliki sistem vulkanik sangat besar.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature itu mengejutkan peneliti. Sebab, Tuscany hampir tidak menunjukkan tanda-tanda di permukaan yang biasanya menandakan adanya tubuh magma besar di bawah tanah. Tidak ada kawah besar, tidak ada letusan penting dalam ratusan ribu tahun, dan tidak ada perubahan bentuk tanah yang mencolok.

Letusan terakhir di kawasan itu berasal dari Gunung Amiata sekitar 300.000 tahun lalu, dan skalanya tergolong kecil.

Reservoir tersebut ditemukan tim dari University of Geneva, Institute of Geosciences and Earth Resources Italia, serta National Institute of Geophysics and Volcanology. Dalam laporan yang dikutip The Independent, mereka menemukannya dengan teknik ambient noise tomography, yakni metode yang memetakan bagian dalam bumi dengan merekam getaran alami dari gelombang laut, angin, dan aktivitas manusia.

Dengan bantuan sekitar 60 sensor seismik resolusi tinggi, tim peneliti menyusun gambar tiga dimensi kerak bumi hingga kedalaman 15 kilometer. Jika getaran bergerak lebih lambat di zona tertentu, itu menjadi petunjuk adanya batuan cair atau setengah cair di bawah permukaan.

“Kami tahu wilayah ini aktif secara geotermal, tetapi kami tidak menyadari bahwa wilayah ini menyimpan volume magma sebesar itu, sebanding dengan sistem supervulkan seperti Yellowstone,” kata Matteo Lupi, profesor madya di Departemen Ilmu Bumi University of Geneva yang memimpin studi itu.

Magma tersebut berada pada kedalaman 8 hingga 15 kilometer. Peneliti memperkirakan ada sekitar 3.000 kilometer kubik lelehan cair di bagian tengah, yang dikelilingi sekitar 5.000 kilometer kubik batuan setengah cair kaya kristal. Di bawah Gunung Amiata, volumenya diduga bisa lebih besar, meski masih perlu analisis lanjutan.

Meski ukurannya sangat besar, peneliti menilai reservoir ini tidak menimbulkan ancaman letusan dalam waktu dekat. Penyebabnya, magma di Tuscany sangat kental. Dalam bahasa sederhana, magma seperti ini cenderung menumpuk perlahan di bawah tanah, bukan cepat naik lalu meletus.

Temuan ini sekaligus menjawab teka-teki lama di Tuscany: mengapa wilayah itu memiliki aktivitas panas bumi yang sangat tinggi, padahal tidak punya sumber vulkanik yang jelas di permukaan.

Kawasan Larderello di Tuscany, yang dulu dikenal sebagai Lembah Setan karena aktivitas semburan uap panasnya, merupakan salah satu ladang panas bumi paling produktif di dunia dan telah menghasilkan listrik sejak awal abad ke-20. Menurut temuan itu, reservoir magma inilah yang menjadi sumber energi panas bumi di kawasan tersebut.

Lupi mengatakan temuan ini bukan hanya penting untuk riset dasar, tetapi juga untuk kebutuhan praktis. “Hasil ini penting baik untuk riset dasar maupun untuk penerapan praktis, seperti menemukan reservoir panas bumi atau endapan yang kaya litium dan unsur tanah jarang,” ujarnya dikutip The Independent.