Bagikan:

JAKARTA - Pelapor Khusus PBB tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, menggambarkan tentara pendudukan Israel sebagai "tentara yang paling bejat."

Hal tersebut merupakan tanggapan terhadap video yang menunjukkan tentara Israel memperlakukan seorang anak Palestina dengan buruk.

"Saya telah melihat cukup banyak untuk mengatakan dengan pasti: Tentara Israel adalah tentara yang paling bejat," kata Albanese dalam unggahan di akun X resminya, sambil membagikan video yang menunjukkan tentara Israel menyerang seorang anak Palestina, dilansir dari WAFA (20/4).

Dalam konteks terkait, Albanese mengatakan hidupnya telah terancam sejak publikasi laporannya yang menuduh Israel melakukan genosida di Gaza.

Dalam wawancara dengan The Guardian, Albanese menambahkan dirinya telah menerima ancaman kematian dan hidup dalam rasa bahaya yang konstan sejak laporan tersebut dirilis.

Terpisah, jumlah korban tewas akibat agresi Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 72.551, dengan 172.274 orang terluka sejak awal serangan pada Oktober 2023, menurut sumber medis yang diumumkan pada Hari Minggu.

Mereka menambahkan, jumlah total warga Palestina yang tewas sejak dimulainya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025 telah meningkat menjadi 775, dengan 2.171 luka-luka tercatat selama periode yang sama, sementara 761 jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan.

Sementara itu, sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan, karena tim darurat dan penyelamat masih belum dapat menjangkau mereka, menurut sumber tersebut.

Rumah sakit juga melaporkan, 196 korban jiwa tambahan telah ditambahkan ke jumlah korban tewas kumulatif setelah verifikasi dan persetujuan oleh komite yang bertanggung jawab untuk mendokumentasikan korban sejak awal April.