Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Kamis mengklaim Iran telah menyetujui penyerahan persediaan uranium yang diperkaya dan kedua pihak "hampir" mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah melanda Timur Tengah.

AS sebelumnya mengancam akan melanjutkan serangan udara terhadap Iran dan mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhannya, jika Tehran menolak untuk menerima kesepakatan untuk menyelesaikan konflik yang meletus pada 28 Februari.

Presiden Trump mengatakan kepada wartawan, "ada peluang yang sangat baik kita akan membuat kesepakatan" dengan Teheran, menambahkan Ia akan mempertimbangkan untuk pergi ke Pakistan untuk menandatangani perjanjian.

"Mereka telah setuju untuk mengembalikan debu nuklir kepada kita," katanya, melansir Al Arabiya dari AFP (17/4), mengenai persediaan uranium yang diperkaya yang menurut Amerika Serikat dapat digunakan untuk membangun senjata nuklir.

Presiden Trump bersikeras setiap kesepakatan dengan Iran harus secara permanen melarang Negeri Para Mullah untuk memperoleh senjata nuklir.

Washington dilaporkan telah meminta penangguhan program pengayaan uranium Iran selama 20 tahun. Sementara, Teheran telah mengusulkan penangguhan aktivitas nuklir selama lima tahun - tawaran yang ditolak oleh pejabat AS.

Teheran bersikeras program nuklirnya adalah untuk tujuan sipil. Kementerian Luar Negeri Iran pada Hari Rabu mengatakan, hak Iran untuk memperkaya uranium adalah "tidak dapat disangkal" tetapi tingkat pengayaan "dapat dinegosiasikan."